Kolaborasi Google Translate dan YouTube dalam Pendidikan Seni Budaya Global
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Siswa SD di Surabaya kini menggali kekayaan seni budaya global melalui platform YouTube, didukung oleh Google Translate. Siswa menonton video tentang tarian tradisional, musik rakyat, atau seni rupa dari berbagai belahan dunia. Tujuannya adalah memupuk penghargaan terhadap keragaman budaya, sejalan dengan tujuan Pendidikan Berkualitas (SDG 4) yang berorientasi global.
Seringkali, narasi dalam video YouTube seni budaya tersebut menggunakan bahasa asing. Di sinilah Google Translate berperan penting, membantu siswa menerjemahkan deskripsi atau wawancara singkat tentang makna di balik suatu karya seni. Guru mengajarkan siswa cara menggunakan terjemahan untuk menemukan benang merah universal dalam ekspresi budaya yang berbeda-beda.
Misalnya, setelah menonton video tentang tari Saman dari Aceh, siswa beralih menonton video tarian Afrika, menggunakan Google Translate untuk memahami filosofi gerakannya. Perbandingan ini mendorong pemikiran kritis dan pemahaman bahwa seni adalah bahasa universal. Google Translate memperluas cakupan studi budaya mereka.
Proyek ini mengharuskan siswa membuat ringkasan dan presentasi tentang temuan mereka, termasuk frasa kunci yang mereka pelajari dari Google Translate. Mereka juga didorong untuk mencari konten YouTube yang berkaitan dengan warisan budaya lokal mereka sendiri untuk dibandingkan dengan budaya global. Aktivitas ini memperkuat identitas sambil membuka wawasan dunia.
Dengan integrasi Google Translate dan YouTube, sekolah berhasil menciptakan pengalaman belajar Seni Budaya yang kaya, inklusif, dan relevan dengan semangat SDGs. Sekolah berkomitmen untuk terus memanfaatkan teknologi untuk mendorong pemahaman lintas budaya di tingkat Pendidikan Dasar.
###
Penulis: Anisa Rahmawati