Menata Pembelajaran Sekolah Dasar agar Berorientasi pada Proses
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pembelajaran di sekolah dasar sering kali berorientasi pada hasil akhir. Padahal, proses belajar memiliki peran yang tidak kalah penting. Pendidikan dasar perlu menekankan pentingnya proses pembelajaran. Siswa belajar melalui tahapan yang berkesinambungan. Pemahaman dibangun secara bertahap.
Orientasi pada proses membantu siswa memahami cara belajar. Siswa tidak hanya mengejar jawaban benar. Mereka belajar memahami langkah berpikir yang ditempuh. Guru memfasilitasi proses tersebut melalui pembelajaran terstruktur. Proses belajar menjadi lebih bermakna.
Dalam pembelajaran IPAS, orientasi proses sangat relevan. Siswa diajak mengamati dan menalar fenomena alam. Guru mengarahkan siswa untuk memahami proses ilmiah. Diskusi menjadi sarana refleksi proses belajar. Pembelajaran menjadi lebih mendalam.
Guru perlu merancang pembelajaran yang memberi ruang eksplorasi. Aktivitas belajar disusun secara bertahap. Setiap tahap memiliki tujuan yang jelas. Guru memberikan penguatan pada proses belajar siswa. Pembelajaran menjadi lebih terarah.
Orientasi pada proses membentuk kebiasaan belajar positif. Pendidikan dasar menjadi fondasi pembelajaran jangka panjang. Guru berperan sebagai pembimbing proses. Pembelajaran IPAS menjadi sarana penguatan cara berpikir. Proses belajar menjadi nilai utama pendidikan.
Penulis: Aida Meilina