Mendikdasmen Tegaskan Peran Guru Tetap Utama, Gaptek Berisiko Tergilas
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Mendikdasmen secara tegas menyatakan bahwa peran guru dalam sistem pendidikan nasional tetap menjadi yang utama dan tidak dapat digantikan oleh apapun, termasuk teknologi terkini seperti kecerdasan buatan. Pernyataan ini disampaikan dalam acara peringatan Hari Guru Nasional di Surabaya, sebagai bentuk apresiasi sekaligus pengingat akan tanggung jawab besar yang diemban oleh para pendidik.
Guru memiliki peran yang multidimensi dalam pendidikan, mulai dari menyampaikan pengetahuan, membimbing perkembangan siswa akademik dan non-akademik, hingga membentuk karakter dan nilai-nilai positif. Peran ini melibatkan interaksi manusia yang kompleks yang tidak dapat direplikasi oleh mesin atau teknologi. Guru mampu memahami keunikan setiap siswa, mengidentifikasi kebutuhan khusus yang mungkin dimiliki, serta memberikan dukungan yang sesuai untuk membantu siswa mencapai potensi terbaik mereka.
Namun, guru yang tidak memiliki kemampuan untuk mengikuti perkembangan teknologi dan informasi, atau yang sering disebut sebagai “gaptek”, berisiko semakin terpinggirkan dalam perkembangan pendidikan. Kurangnya pemahaman tentang penggunaan teknologi digital dapat membuat proses pembelajaran yang diberikan terasa ketinggalan zaman dan kurang menarik bagi siswa. Hal ini juga dapat menghambat kemampuan guru untuk mengakses sumber daya pembelajaran terbaru dan berkolaborasi dengan rekan sejawat dari berbagai daerah.
Untuk mengatasi hal tersebut, telah ada berbagai upaya yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun lembaga pendidikan. Program pelatihan teknologi informasi dan komunikasi untuk guru terus digencarkan, dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan masing-masing guru. Selain itu, juga ada pendekatan peer-to-peer learning di mana guru yang sudah mahir dalam teknologi membantu rekan-rekannya yang masih dalam tahap pembelajaran.
Perubahan adalah bagian yang tak terpisahkan dari perkembangan pendidikan. Guru sebagai ujung tombak pendidikan harus siap beradaptasi dan terus meningkatkan diri. Dengan demikian, mereka tidak hanya akan tetap relevan dalam peran mereka, tetapi juga akan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mencetak generasi muda yang cerdas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
###
Penulis : Ailsa Widya Imamatuzzadah