Mengenal Microlearning: Metode Belajar Singkat namun Efektif
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Di era digital yang
serba cepat, kebutuhan akan metode belajar yang efisien dan fleksibel semakin
meningkat. Salah satu pendekatan yang kini banyak diminati adalah
microlearning, sebuah metode belajar yang menyajikan materi dalam bentuk potongan
kecil (bite-sized learning), ringkas, dan mudah dicerna dalam waktu singkat.
Microlearning dimaksudkan untuk
mempercepat belajar dengan berkonsentrasi pada satu topik atau keterampilan
dalam waktu yang relatif singkat, biasanya hanya 3-10 menit. Kuis interaktif,
video singkat, infografis, dan artikel singkat yang dapat diakses melalui
smartphone atau perangkat digital lainnya adalah beberapa bentuknya.
Metode ini sangat cocok digunakan
selama aktivitas sehari-hari, terutama bagi pelajar, mahasiswa, dan profesional
yang ingin memperoleh pengetahuan tambahan tanpa menghabiskan banyak
waktu. Microlearning menggunakan
kecenderungan manusia yang memiliki rentang perhatian pendek, atau rentang
perhatian singkat, sehingga informasi dapat disampaikan dengan lebih rinci dan
langsung ke inti masalah. Microlearning tidak hanya singkat, tetapi juga
efektif dalam menyimpan informasi. Penelitian menunjukkan bahwa belajar dalam
jumlah kecil secara berkala lebih efektif daripada belajar dalam jumlah besar
sekaligus. Microlearning juga memberi
siswa fleksibilitas untuk mengakses materi kapan saja dan di mana saja mereka
inginkan.
Microlearning banyak digunakan dalam
pelatihan perusahaan (corporate training) karena dapat meningkatkan
keterampilan secara praktis tanpa mengganggu produktivitas. Contohnya, tutorial
software, pelatihan soft skills, atau pembaruan kebijakan perusahaan dalam
modul singkat. Di dunia kerja, microlearning banyak diterapkan dalam pelatihan
karyawan (corporate training) karena mampu meningkatkan kompetensi secara
praktis tanpa mengganggu produktivitas. Contohnya, pelatihan soft skills,
tutorial software, atau pembaruan kebijakan perusahaan yang dikemas dalam modul
singkat. Namun demikian, microlearning bukanlah pengganti total bagi metode
belajar tradisional. Microlearning lebih tepat digunakan sebagai pelengkap
(supplement) untuk memperkuat pemahaman atau mempercepat adaptasi terhadap
materi baru. Dengan kemajuan teknologi, microlearning menjadi solusi
pembelajaran modern yang relevan dan efisien. Metode ini membuktikan bahwa
belajar tidak selalu harus panjang dan melelahkan, tetapi bisa singkat,
sederhana, dan tetap efektif.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest