Mengenal Model Pembelajaran Flipped Classroom di Tingkat SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Berbagai inovasi baru
dalam pembelajaran terus dikembangkan di dunia pendidikan modern untuk
meningkatkan hasil belajar. Flipped
Classroom, juga dikenal sebagai kelas terbalik, adalah salah satu model yang
sedang populer. Pendekatan ini berbeda dari pembelajaran konvensional karena
memberikan siswa kesempatan untuk mempelajari materi secara mandiri di rumah
sebelum dibahas lebih lanjut di kelas.
Meskipun awalnya populer di jenjang pendidikan menengah dan tinggi,
konsep flipped classroom kini mulai dilirik untuk diterapkan di tingkat Sekolah
Dasar (SD).
Flipped classroom membalik alur
belajar tradisional yang selama ini berlangsung. Siswa biasanya mengerjakan
tugas di rumah sementara guru menyampaikan pelajaran di kelas. Namun, dalam
flipped classroom, siswa dapat mengakses pelajaran di rumah melalui video,
modul, atau media digital lainnya. Setelah itu, dengan bimbingan langsung dari
guru, pemecahan masalah, diskusi, dan proyek kolaboratif adalah fokus belajar
di kelas.
Ada beberapa keuntungan menggunakan
flipped classroom di sekolah dasar.
Pertama, siswa dapat belajar dengan kecepatan mereka sendiri di rumah.
Mereka dapat mengulang video atau membaca ulang bahan ajar tanpa tekanan waktu
jika mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk memahami materi. Kedua, guru
memiliki lebih banyak kesempatan untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa yang
berbeda-beda di kelas. Ketiga, model ini
mengajarkan anak-anak untuk belajar sendiri, yang merupakan keterampilan
penting untuk menghadapi kesulitan di masa depan.
Meskipun demikian, penerapan flipped
classroom di sekolah dasar memiliki tantangan tersendiri. Tidak semua siswa memiliki akses yang cukup
ke perangkat teknologi dan internet di rumah mereka. Selain itu, dukungan dari sekolah dan orang
tua sangat penting untuk keberhasilan penerapan flipped classroom karena
motivasi belajar mandiri anak SD masih sangat dipengaruhi oleh lingkungan
mereka dan peran orang tua. Dengan demikian, model flipped classroom dapat
menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif di sekolah dasar dengan
perencanaan yang matang, materi yang menarik, dan sinergi antara guru, siswa,
dan orang tua. Model ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa tetapi
juga mendidik mereka untuk menjadi siswa yang aktif, kreatif, dan mandiri.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest