Menggunakan YouTube dan ChatGPT untuk Mendalami Isu Gender SDG 5
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Dalam upaya mendalami Kesetaraan Gender (SDG 5), guru SD menggunakan video YouTube sebagai media pengantar cerita tentang pahlawan perempuan inspiratif. Video-video ini menyajikan kisah nyata yang mudah dicerna oleh siswa SD, mendorong diskusi tentang peran yang setara antara laki-laki dan perempuan.
Setelah menonton video YouTube, siswa menggunakan ChatGPT untuk membuat skenario dialog sederhana tentang pembagian tugas rumah tangga yang adil. ChatGPT membantu siswa merumuskan kalimat yang inklusif dan non-stereotip. Penggunaan teknologi ini membuat diskusi isu sosial menjadi interaktif (SDG 4).
Guru memastikan bahwa konten YouTube yang dipilih tidak mengandung unsur bias dan memberikan representasi yang seimbang. ChatGPT diarahkan untuk menghasilkan respons yang mendukung prinsip kesetaraan gender dan menghindari pemikiran tradisional yang membatasi peran. Ini adalah pembelajaran yang berorientasi nilai.
Siswa diminta membandingkan pandangan mereka sebelum dan sesudah interaksi dengan YouTube dan ChatGPT. Perubahan pola pikir yang positif menjadi indikator keberhasilan proyek. ChatGPT berfungsi sebagai alat refleksi yang mendorong siswa berpikir lebih terbuka.
Inisiatif ini membuktikan bahwa teknologi modern dapat menjadi alat yang kuat untuk mempromosikan nilai-nilai sosial yang penting seperti kesetaraan gender di Pendidikan Dasar. Sekolah berkomitmen untuk terus menggunakan YouTube dan ChatGPT dalam diskusi isu-isu sosial yang relevan dengan SDGs.
###
Penulis: Anisa Rahmawati