Menuju Indonesia Emas 2045: Visi Pendidikan Dasar yang Selaras dengan Alam
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Mendekati dua
dekade menuju visi Indonesia Emas 2045, pergeseran paradigma dari Green
School ke Green Mind di tingkat sekolah dasar kini secara resmi
ditetapkan sebagai pilar utama transformasi sumber daya manusia nasional.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan menegaskan bahwa kesuksesan
pembangunan masa depan tidak akan diukur hanya dari pertumbuhan ekonomi,
melainkan dari seberapa hijau cara berpikir generasi mudanya. Visi ini
membayangkan Indonesia bukan hanya sebagai negara dengan ekonomi terbesar di
dunia, tetapi sebagai pemimpin global dalam peradaban hijau yang menjadikan
kelestarian alam sebagai basis kemakmuran bangsa. Sekolah dasar adalah titik
nol dari pelayaran besar menuju kejayaan nusantara yang berkelanjutan.
Pendidikan dasar di masa
depan harus mampu mencetak individu-individu yang memiliki literasi ekologis
yang tajam, empati ekosistem yang dalam, dan kemampuan kepemimpinan hijau yang
inovatif secara simultan. Green Mind akan menjadi karakter nasional yang
membedakan sumber daya manusia Indonesia di mata dunia; sebagai bangsa yang
modern namun tetap memiliki akar spiritual dan etika lingkungan yang kuat.
Analisis strategis pembangunan nasional menunjukkan bahwa ketergantungan pada
sumber daya alam mentah harus segera digantikan dengan ekonomi berbasis
pengetahuan dan kreativitas hijau. Hanya generasi yang berpikir secara sirkular
dan sitemik yang mampu mewujudkan transformasi struktural ini demi keadilan
sosial bagi seluruh rakyat.
Data dari peta jalan
pendidikan nasional memprediksi bahwa sekolah-sekolah yang mengadopsi kurikulum
Green Mind akan melahirkan lulusan yang lebih adaptif terhadap pekerjaan
masa depan di sektor energi terbarukan, pertanian cerdas, dan bioteknologi.
Kita sedang menyiapkan angkatan kerja yang tidak hanya mencari nafkah, tetapi
mencari makna melalui kontribusi nyata bagi kesehatan planet bumi. Pendidikan
dasar memiliki durasi waktu yang cukup untuk menanamkan kebiasaan dan
nilai-nilai ini hingga mendarah daging menjadi insting bawah sadar siswa.
Indonesia Emas 2045 adalah sebuah janji keharmonisan antara kemajuan teknologi,
kemakmuran ekonomi, dan kemurnian alam yang tetap terjaga dengan sangat baik.
Kolaborasi internasional
dalam pertukaran kurikulum hijau juga mulai digalakkan, di mana sekolah dasar
di Indonesia menjadi rujukan bagi negara lain dalam hal integrasi kearifan
lokal ke dalam solusi lingkungan modern. Dunia mulai melihat bahwa Indonesia
bukan sekadar "paru-paru dunia" secara fisik, tetapi juga "pusat
kesadaran hijau" secara intelektual dan spiritual. Siswa SD di Indonesia
didorong untuk menjadi warga dunia yang aktif bersuara di forum internasional
tentang hak-hak generasi mendatang atas lingkungan yang sehat. Kepercayaan diri
ini lahir dari proses belajar yang memberdayakan nalar kritis dan empati mereka
terhadap bumi sejak usia yang sangat dini.
Namun, visi besar ini
membutuhkan konsistensi kebijakan dan keberanian untuk melakukan investasi
besar pada peningkatan kualitas guru dan sarana prasarana pendidikan yang
selaras dengan alam. Tidak boleh ada lagi sekolah yang hanya mementingkan aspek
administratif sementara mengabaikan aspek pembentukan karakter hijau siswanya.
Peran riset dari tingkat S2 dan S3 di bidang pendidikan lingkungan menjadi
krusial untuk terus mengevaluasi dan memberikan masukan bagi penyempurnaan
kurikulum Green Mind di lapangan secara berkelanjutan. Pendidikan adalah
proyek peradaban jangka panjang yang menuntut dedikasi total dari seluruh
elemen bangsa untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya atas pendidikan
yang bermutu dan berwawasan lingkungan.
Efek jangka panjang dari
gerakan ini adalah terciptanya masyarakat yang secara otomatis akan menolak
setiap bentuk eksploitasi alam yang destruktif dan tidak beretika. Kesadaran
kolektif yang dibangun dari bangku sekolah dasar akan menjadi pengontrol sosial
yang paling efektif bagi jalannya roda pemerintahan dan industri di masa depan.
Indonesia Emas 2045 akan diisi oleh para pemimpin, pengusaha, dan pekerja yang
memiliki "Nurani Hijau", sebuah kompas moral yang selalu mengarahkan
tindakan mereka pada keseimbangan ekologi. Kita sedang membangun sebuah bangsa
yang tidak hanya kaya, tetapi juga bijaksana dan mulia dalam interaksinya
dengan seluruh ciptaan Tuhan di alam semesta.
Sebagai penutup,
perjalanan dari Green School ke Green Mind adalah perjalanan
menuju kematangan spiritual dan intelektual bangsa Indonesia yang sejati. Kita
tidak sedang hanya sekadar mengubah warna cat dinding sekolah menjadi hijau,
tetapi kita sedang mengubah frekuensi berpikir anak-anak kita agar sinkron dengan
irama alam semesta. Masa depan Indonesia yang gemilang hanya dapat dicapai
melalui jalur keberlanjutan yang tidak bisa ditawar lagi oleh siapa pun. Mari
kita jadikan setiap sekolah dasar sebagai mercusuar harapan yang memancarkan
cahaya kesadaran ekologis ke seluruh pelosok tanah air. Dengan Green Mind,
Indonesia akan terus tumbuh hijau, mekar dengan indah, dan memimpin dunia
menuju fajar peradaban baru yang penuh harmoni.
###
Penulis: Nur Santika
Rokhmah