Optimalisasi Terjemah Digital dalam Pembelajaran Multibahasa
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Guru memanfaatkan fitur terjemah digital untuk memperkenalkan siswa pada berbagai bahasa asing secara sederhana. Melalui perangkat digital, siswa dapat membaca arti kata sambil melihat contoh penggunaannya. Untuk memperkuat pengalaman, guru menampilkan video edukatif di YouTube yang mendukung materi tersebut. Perpaduan dua platform ini menciptakan suasana belajar yang dinamis. Siswa merasa lebih dekat dengan budaya bahasa yang dipelajari.
Kegiatan ini dirancang agar siswa mampu mengenali perbedaan aksen dan makna kata. Guru mengajak siswa menirukan pengucapan dengan panduan visual dan audio. Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi karena materi disajikan secara menarik. Proses ini membantu mereka mengembangkan kepercayaan diri berbahasa. Pendekatan multikanal ini membuat pembelajaran terasa lebih menyenangkan.
Inisiatif ini mendukung SDGs terutama pada aspek pendidikan berkualitas dan keterampilan global. Pengenalan bahasa asing sejak sekolah dasar dianggap mampu mengembangkan wawasan dunia siswa. Guru melihat bahwa siswa menjadi lebih peka terhadap keragaman. Teknologi membantu menyediakan sumber belajar yang luas dan mudah diakses. Hal ini membuka kesempatan bagi siswa untuk belajar mandiri.
Sekolah mengatur jadwal agar setiap siswa memiliki kesempatan mencoba fitur terjemah. Guru memberikan instruksi jelas agar penggunaan teknologi tetap aman. Anak-anak diajarkan cara memahami konten YouTube secara kritis. Mereka dilatih membedakan video edukatif dan hiburan. Pembiasaan ini penting untuk membangun literasi digital di masa kecil.
Orang tua memberikan dukungan melalui pendampingan di rumah. Anak-anak sering mengulang materi video yang mereka sukai. Guru mengingatkan agar penggunaan perangkat tetap seimbang. Kerja sama ini memastikan tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal. Program terjemah digital pun menjadi salah satu inovasi yang disambut hangat.
###
Penulis: Anisa Rahmawati