Pemanfaatan Canva sebagai Media Syiar Digital Doa Buka Puasa Rajab di Madrasah
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Memasuki
bulan Rajab, sekolah-sekolah berbasis agama atau madrasah mulai mengadopsi
platform Canva untuk membantu siswa dalam membuat konten syiar digital. Siswa
diberikan tugas untuk merancang infografis yang memuat doa buka puasa dan niat
buka puasa Rajab dengan desain yang menarik dan kekinian. Inovasi ini bertujuan
untuk menjembatani pendidikan agama tradisional dengan keterampilan industri
kreatif, sehingga para santri atau siswa madrasah tidak hanya mahir dalam ilmu
agama, tetapi juga kompeten dalam teknologi desain komunikasi visual.
Kegiatan
ini secara langsung mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan
mengintegrasikan ICT (Information and Communication Technology) ke dalam
kurikulum keagamaan. Guru memberikan bimbingan mengenai cara memilih elemen
visual yang sopan dan sesuai dengan pesan spiritual yang ingin disampaikan.
Dengan menggunakan Canva, siswa belajar tentang psikologi warna dan tata letak,
yang merupakan soft skill penting untuk berdakwah di ruang digital masa kini.
Hal ini menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan relevan bagi
generasi Z yang sangat visual.
Selain
itu, siswa juga didorong untuk menyertakan terjemah doa tersebut ke dalam
bahasa Inggris atau bahasa daerah melalui bantuan Google Translate. Tujuannya
adalah agar pesan kebaikan dalam doa buka puasa tersebut dapat menjangkau
audiens yang lebih luas dan beragam. Proses penerjemahan ini juga menjadi
sarana belajar bahasa yang efektif, di mana siswa harus memastikan bahwa makna
religius dari teks aslinya tidak hilang saat dialihkan ke bahasa lain. Ini
adalah bentuk literasi bahasa yang modern dan aplikatif di lingkungan sekolah.
Hasil
karya desain siswa tersebut kemudian dibagikan melalui status WhatsApp
masing-masing atau diunggah ke galeri digital sekolah di YouTube. Hal ini
memberikan rasa bangga dan pencapaian tersendiri bagi siswa karena karya mereka
dapat dilihat dan bermanfaat bagi orang lain sebagai pengingat ibadah.
Pendidikan yang berorientasi pada produk nyata seperti ini sangat efektif dalam
membangun kepercayaan diri siswa dan membekali mereka dengan kemampuan untuk
berkontribusi positif bagi masyarakat melalui media digital.
Secara
keseluruhan, penggunaan alat desain modern dalam pendidikan agama merupakan
langkah maju yang sangat positif. Hal ini membuktikan bahwa tradisi dan
teknologi tidak perlu dipertentangkan, melainkan dapat saling memperkuat.
Dengan membekali siswa dengan kemampuan Canva dan literasi digital, madrasah
telah berkontribusi dalam mencetak generasi hebat yang memiliki iman yang kokoh
dan keterampilan teknis yang mumpuni untuk menghadapi tantangan zaman yang
semakin kompleks.
###
Penulis : Anisa Rahmawati