Pembelajaran Abad ke-21 di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pembelajaran abad ke-21 menuntut siswa memiliki keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Di sekolah dasar, keterampilan ini dapat dilatih melalui materi cuaca. Siswa diajak mengamati dan menganalisis fenomena alam. Proses ini melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran menjadi lebih bermakna.
Teknologi digital mendukung pembelajaran abad ke-21. YouTube, Canva, dan ChatGPT dapat dimanfaatkan secara bijak. Siswa belajar mencari, mengolah, dan menyajikan informasi. Literasi digital berkembang sejak dini. Guru berperan sebagai fasilitator.
Pembelajaran kooperatif juga menjadi bagian penting. Siswa bekerja sama dalam kelompok. Mereka belajar berkomunikasi dan berkolaborasi. Nilai sosial berkembang seiring proses belajar. Pendidikan karakter terintegrasi secara alami.
Materi cuaca memberikan konteks nyata bagi siswa. Dampak cuaca terhadap kehidupan sehari-hari menjadi bahan diskusi. Siswa belajar peduli terhadap lingkungan. Pembelajaran tidak hanya kognitif, tetapi juga afektif. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional.
Dengan pembelajaran abad ke-21, sekolah dasar menjadi fondasi penting. Siswa dipersiapkan menghadapi tantangan masa depan. Guru memiliki peran strategis dalam proses ini.
Penulis: Aida Meilina