Pembelajaran Berbasis Proyek Digital di SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Pembelajaran berbasis proyek digital mulai diterapkan di sekolah dasar sebagai upaya melatih keterampilan abad ke-21 pada siswa. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi terlibat langsung dalam proses belajar dengan mengerjakan proyek sederhana yang memanfaatkan teknologi. Kegiatan ini membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan memecahkan masalah sejak usia dini.
Proyek yang diberikan kepada siswa dirancang agar relevan dengan kehidupan sehari-hari dan mudah dipahami sesuai dengan tingkat perkembangan mereka. Contohnya, siswa diminta membuat poster digital tentang lingkungan, kesehatan, atau kegiatan sekolah, serta menyusun laporan sederhana mengenai hasil pengamatan mereka. Dengan proyek yang kontekstual, siswa dapat mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman nyata di sekitar mereka.
Pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek digital ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan tujuan ke-8 yang berkaitan dengan pengembangan keterampilan dan kemandirian. Melalui proyek digital, siswa dilatih untuk berpikir kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Keterampilan ini menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Guru berperan sebagai pembimbing yang mengarahkan seluruh proses pembelajaran, mulai dari tahap perencanaan hingga presentasi hasil proyek. Guru membantu siswa menentukan tujuan proyek, membagi tugas, serta memanfaatkan teknologi secara tepat. Pendampingan ini memastikan bahwa kegiatan proyek berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan tetap aman bagi siswa.
Selama proses pengerjaan proyek, siswa belajar bekerja sama dalam kelompok. Mereka dilatih untuk berbagi tugas, berdiskusi, dan saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan. Selain itu, siswa juga belajar bertanggung jawab terhadap peran masing-masing, sehingga rasa kepedulian dan kerja sama sosial dapat berkembang secara alami.
Dengan penerapan pembelajaran berbasis proyek digital, suasana kelas menjadi lebih aktif dan partisipatif. Siswa merasa lebih percaya diri karena memiliki kesempatan untuk menampilkan hasil karyanya di depan kelas. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman materi, tetapi juga membangun keterampilan sosial dan karakter positif yang penting bagi perkembangan siswa sekolah dasar.
# # #
Penulis: Nabila Mutiara Febriyanti