Pembelajaran Berbasis Tantangan Tingkatkan Growth Mindset Siswa
Sekolah dasar kini mulai menerapkan pembelajaran berbasis tantangan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan keuletan siswa. Melalui tugas-tugas yang menantang, anak belajar untuk menemukan berbagai solusi dan tidak cepat menyerah ketika menghadapi kesulitan. Pendekatan ini membantu siswa memahami bahwa kemampuan mereka dapat terus berkembang.
Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong siswa bereksperimen dan menemukan kesalahan sebagai bagian dari proses belajar. Dengan dukungan lingkungan belajar yang positif, anak-anak merasa aman untuk mencoba dan memperbaiki diri. Hasilnya, mereka menjadi lebih gigih, percaya diri, dan memiliki semangat untuk terus belajar sepanjang hayat.