Pendidikan Dasar Adaptif Menuju Pencapaian SDGs
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Pendidikan dasar yang adaptif memiliki kemampuan untuk merespons berbagai tren sosial dan keagamaan yang berkembang di masyarakat. Perubahan sosial, kemajuan teknologi, serta dinamika budaya menuntut sekolah dasar untuk tidak hanya berfokus pada kurikulum formal, tetapi juga peka terhadap realitas yang dihadapi siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan sikap adaptif ini, pendidikan dasar dapat tetap relevan dan bermakna bagi peserta didik.
Sekolah dasar berperan sebagai fondasi utama dalam penanaman nilai dan pembentukan karakter siswa. Pada jenjang inilah siswa mulai mengenal konsep moral, tanggung jawab, toleransi, serta sikap sosial yang akan memengaruhi perilaku mereka di masa depan. Nilai-nilai tersebut akan lebih mudah dipahami apabila disampaikan melalui contoh nyata dan peristiwa yang dekat dengan kehidupan siswa, termasuk tren sosial dan keagamaan yang sedang berkembang.
Peran guru menjadi sangat penting dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan menarik. Guru dapat mengaitkan materi pelajaran dengan isu-isu aktual sehingga siswa merasa pembelajaran tidak terlepas dari dunia nyata. Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif siswa, meningkatkan motivasi belajar, serta membantu mereka memahami makna dari setiap materi yang dipelajari, bukan sekadar menghafal informasi.
Pendekatan pembelajaran yang adaptif dan kontekstual ini memperkuat kontribusi pendidikan dasar terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta tujuan lainnya yang berkaitan dengan pembangunan karakter, perdamaian, dan kesetaraan sosial. Pendidikan yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan akan lebih efektif dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Generasi masa depan dibentuk sejak jenjang pendidikan dasar melalui proses pembelajaran yang holistik dan berkelanjutan. Dengan pendidikan dasar yang adaptif, siswa tidak hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga nilai, sikap, dan keterampilan sosial yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan. Hal ini menegaskan bahwa investasi pada pendidikan dasar merupakan kunci utama dalam membangun masyarakat yang berkelanjutan dan berkeadaban.
# # #
Penulis: Nabila Mutiara Febriyanti