Pendidikan Multikultural Lewat Perayaan Natal di SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Perayaan besar seperti Hari Raya Natal tidak hanya memiliki makna keagamaan, tetapi juga nilai sosial dan budaya yang penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Dalam konteks kebangsaan, Natal dapat dipahami sebagai salah satu ekspresi budaya yang hidup berdampingan dengan berbagai tradisi dan perayaan lain. Kondisi ini menjadikan Natal relevan untuk dijadikan bahan pembelajaran tentang keberagaman dan toleransi, khususnya di jenjang pendidikan dasar.
Sekolah dasar memiliki peran strategis dalam menanamkan pemahaman tentang pluralitas sejak usia dini. Guru dapat memanfaatkan momen perayaan Natal untuk mengenalkan nilai-nilai universal seperti kasih sayang, kepedulian, dan kebersamaan tanpa memasuki ranah ajaran agama tertentu. Pendekatan ini penting agar pembelajaran tetap inklusif dan menghormati latar belakang keyakinan seluruh siswa di kelas.
Melalui cerita, diskusi ringan, atau pengenalan tradisi budaya, siswa diajak melihat bahwa setiap perayaan memiliki pesan kebaikan yang dapat dipelajari bersama. Anak-anak belajar bahwa perbedaan cara merayakan hari besar bukanlah sesuatu yang memisahkan, melainkan cerminan kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. Proses ini membantu siswa membangun sikap terbuka dan rasa ingin tahu terhadap budaya lain.
Pembelajaran tentang keberagaman di sekolah dasar juga berfungsi sebagai fondasi pembentukan karakter sosial siswa. Ketika anak memahami perbedaan sejak dini, mereka cenderung lebih mudah menerima orang lain, menghindari sikap diskriminatif, serta mampu berinteraksi secara sehat dalam lingkungan yang beragam. Sikap toleran ini sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat di masa depan.
Pendekatan pembelajaran ini sejalan dengan SDGs 4.7, yang menekankan pentingnya pendidikan nilai global, penghormatan terhadap keberagaman budaya, serta pembentukan warga negara yang bertanggung jawab. Selain itu, nilai toleransi dan hidup berdampingan secara damai juga mendukung SDGs 16, khususnya dalam membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan bebas dari konflik sosial.
Dengan menjadikan perayaan besar seperti Natal sebagai konteks pembelajaran, sekolah dasar berperan aktif dalam membentuk generasi yang memahami pluralitas budaya sebagai aset bangsa, bukan sebagai tantangan. Anak-anak tidak hanya tumbuh dengan kemampuan akademik, tetapi juga dengan kesadaran sosial dan sikap toleran yang menjadi bekal penting dalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat Indonesia.
.
# # #
Penulis: Nabila Mutiara Febriyanti