Pengaruh Media Pop Up Book Terhadap Hasil Belajar Matematika
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pada era pembelajaran yang semakin menuntut inovasi agar siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, penelitian ini mengangkat penggunaan media pembelajaran berupa buku tiga dimensi, yaitu pop up book, untuk memperjelas konsep materi bangun datar pada siswa kelas IV di SDN Wonoplintahan II, Kecamatan Prambon. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa materi luas dan keliling bangun datar cenderung dianggap abstrak oleh siswa dan guru, sehingga membutuhkan media konkrit yang mampu memperjelas visualisasi dan meningkatkan motivasi belajar. Melalui media pop up book siswa dapat melihat langsung bentuk, lipatan, dan mekanisme visual yang memunculkan objek tiga dimensi—dengan demikian konsep matematika yang semula abstrak menjadi lebih konkret dan menarik. Pendekatan semacam ini sangat relevan pada usia sekolah dasar, di mana siswa masih berada pada tahap operasional konkret menurut teori perkembangan kognitif. Dengan membawa unsur visual, manipulatif, dan interaktif, media pop up book memiliki potensi besar untuk memfasilitasi pemahaman matematika bagi anak SD.
Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang tidak dipilih secara acak. Kelompok eksperimen diberikan pembelajaran matematika materi bangun datar dengan menggunakan media pop up book, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional tanpa media tersebut. Instrumen yang digunakan adalah tes pre-test dan post-test untuk mengukur hasil belajar siswa, serta analisis N-Gain dan uji T test untuk melihat pengaruh secara statistik. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV di SDN Wonoplintahan II dengan jumlah 61 siswa. Dengan desain ini, penelitian mencoba menggambarkan secara empiris seberapa besar kontribusi media pop up book terhadap hasil belajar matematika.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan rata-rata skor hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibanding kelompok kontrol. Untuk nilai N-Gain rata-rata, kelompok kontrol memperoleh 0,498519 sedangkan kelompok eksperimen memperoleh 0,592857—keduanya berada dalam kategori sedang, namun kelompok eksperimen tetap lebih unggul. Hasil uji T menunjukkan nilai signifikansi 0,024 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga terdapat pengaruh signifikan penggunaan media pop up book terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang memanfaatkan media pop up book lebih efektif dibanding metode konvensional dalam meningkatkan pemahaman bangun datar. Hal ini memberi landasan kuat bahwa media konkret mampu memperbaiki kualitas pembelajaran matematika.
Keaktifan dan motivasi siswa juga meningkat ketika media pop up book diterapkan. Siswa tampak lebih tertarik membuka halaman tiga dimensi, berdiskusi dengan teman, dan mengerjakan soal dengan antusias. Media yang bersifat manipulatif membantu siswa merasa terlibat secara langsung dalam proses belajar, bukan hanya mendengarkan penjelasan guru. Guru melaporkan bahwa suasana kelas menjadi lebih interaktif dengan siswa berani bertanya dan mengemukakan pendapat. Hal ini selaras dengan prinsip pembelajaran aktif yang menekankan partisipasi nyata siswa.
Dalam pembahasan, temuan dikaitkan dengan teori perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar yang masih membutuhkan pengalaman konkret untuk memahami konsep abstrak. Materi luas dan keliling bangun datar sangat cocok disampaikan melalui visualisasi tiga dimensi seperti pop up book karena membantu siswa memanipulasi objek secara langsung. Penelitian ini juga menegaskan bahwa meskipun peningkatan berada pada kategori sedang, efektivitas media tetap terbukti secara statistik. Penulis mengingatkan bahwa penelitian terbatas pada satu sekolah dan satu materi sehingga hasil tidak dapat digeneralisasi secara luas. Namun demikian, penelitian ini memberikan landasan kuat untuk pengembangan media pembelajaran inovatif di SD.
Secara keseluruhan, penelitian merekomendasikan agar guru dan sekolah mengadopsi media pembelajaran pop up book atau media tiga dimensi lainnya pada pembelajaran matematika, terutama untuk materi abstrak. Pembelajaran yang melibatkan media konkret tidak hanya meningkatkan hasil belajar tetapi juga motivasi serta keaktifan siswa. Guru perlu merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Dengan media semacam ini, matematika dapat menjadi pengalaman belajar yang menarik dan menyenangkan bagi siswa. Diharapkan pendekatan ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar.
Solichah, L. A., & Mariana, N. (2018). Pengaruh Media Pop Up Book Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Materi Bangun Datar Kelas Iv Sdn Wonoplintahan Ii Kecamatan Prambon. Jurnal penelitian pendidikan guru sekolah dasar, 6(9).