PENGEMBANGAN MEDIA AUGMENTED REALITY BERBASIS ASSEMBLR STUDIO WEB UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PELAJARAN IPAS KELAS VI SEKOLAH DASAR
M. ASY’ARI
NIM 24010855098
Penelitian ini dilatarbelakangi dari sebuah penemuan yang ada dilapangan yaitu rendahnya hasil belajar siswa pada Pelajaran IPAS di materi sistem gerak. Salah satu faktor penyebab rendahnya hasil belajar ini adalah banyaknya materi yang harus dipahami, yang mengakibatkan peserta didik mengalami kesulitan dalam mengingat konsep-konsep yang diajarkan. Selain itu, media pembelajaran yang digunakan masih sebatas gambar statis, sehingga kurang menarik dan tidak memberikan visualisasi yang jelas terhadap bagian bagian rangka, sendi, dan otot manusia. Pembelajaran yang cenderung monoton juga menjadi kendala dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi. Berdasarkan hasil observasi di SDN 3 Klurahan, ditemukan bahwa hasil belajar peserta didik kelas VI pada materi sistem rangka manusia masih tergolong rendah. Dari 26 peserta didik, hanya 5 peserta didik (23,80%) yang memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75, sementara 21 peserta didik lainnya (76,20%) mendapatkan nilai di bawah KKM. Selain itu laporan Rapor Pendidikan SDN 3 Klurahan tahun 2024 menunjukkan bahwa capaian literasi peserta didik hanya mencapai 66,67%, mengalami penurunan sebesar 29,33% dibanding tahun sebelumnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan solusi inovatif dalam bentuk media pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Media adalah semua alat fisik yang dapat menyajikan pesan dan merangsang peserta didik untuk belajar . Berdasarkan hal tersebut dapat dimaknai bahwa media pembelajaran merupakan alat yang digunakan oleh pendidik untuk menunjang keberhasilan proses pembelajaran dan merangsang minat belajar peserta didik. Salah satu perangkat elektronik pribadi sebagai media pembelajaran dikelas adalah teknologi augmented reality . Augmented Reality (AR), yang mampu menyajikan materi dalam bentuk objek tiga dimensi (3D) sehingga dapat meningkatkan pemahaman peserta didik. Teknologi AR memungkinkan integrasi elemen digital dalam lingkungan nyata, memberikan pengalaman belajar yang lebih imersif dan mendalam . Dalam konteks pembelajaran, AR mampu menghadirkan objek virtual secara real-time, memungkinkan peserta didik untuk lebih memahami konsep yang kompleks dengan cara yang lebih konkret dan menyenangkan . Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D), yang bertujuan untuk mengembangkan dan menguji keefektifan suatu produk sebelum diterapkan dalam skala yang lebih luas. R&D dipilih karena pendekatan ini memungkinkan pengembangan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) menggunakan Assemblr Studio Web yang dirancang untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Sistem Gerak Manusia. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE yang terdiri atas tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, angket kepraktisan, dan tes hasil belajar (pretest–posttest). Subjek penelitian adalah siswa kelas VI dari tiga sekolah dasar dengan jumlah 56 peserta didik yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil validasi ahli menunjukkan media memperoleh skor rata-rata 3,77 (kategori sangat valid). Hasil kepraktisan dari guru dan siswa menunjukkan skor rata-rata 3,71 (kategori sangat praktis). Keefektifan media ditunjukkan melalui perolehan N-Gain sebesar 0,65 (kategori sedang–tinggi) pada kelas eksperimen, sedangkan kelas kontrol hanya memperoleh N-Gain 0,18 (kategori rendah). Uji statistik Wilcoxon menegaskan terdapat perbedaan signifikan peningkatan hasil belajar antara kedua kelas. Kesimpulannya, Media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) menggunakan Assemblr Studio Web yang dikembangkan dinyatakan sangat valid dengan skor rata-rata 3,77. Hal ini menunjukkan bahwa media layak digunakan karena sesuai dengan kurikulum, mudah dipahami, dan memiliki kualitas tampilan yang baik. Media pembelajaran dinyatakan sangat praktis dengan skor rata-rata 3,71 berdasarkan respons guru dan siswa. Guru menilai media mudah digunakan dalam proses pembelajaran, sementara siswa merasa lebih termotivasi dan terbantu dalam memahami konsep abstrak. Media pembelajaran dinyatakan efektif dengan skor N-Gain sebesar 0,65 (kategori sedang-tinggi) pada kelas eksperimen, berbeda signifikan dengan kelas kontrol yang hanya memperoleh N-Gain 0,18 (kategori rendah). Uji Wilcoxon memperkuat bahwa peningkatan hasil belajar lebih signifikan pada kelas yang menggunakan media AR. Secara keseluruhan, media pembelajaran berbasis Augmented Reality menggunakan Assemblr Studio Web terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi sistem gerak manusia. Temuan ini memberikan implikasi bahwa pemanfaatan teknologi AR dapat menjadi solusi inovatif dalam menyajikan konsep abstrak menjadi lebih konkret, interaktif, dan menarik bagi siswa sekolah dasar.