PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IV SEKOLAH DASAR
HUDI BASUKI
NIM. 24010855092
Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya
manusia yang berkualitas. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan
bahwa pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan
Sosial (IPS) di sekolah dasar, masih menghadapi berbagai kendala. IPS
sering dipandang sebagai mata pelajaran hafalan sehingga siswa
cenderung pasif, cepat bosan, dan kurang mampu menghubungkan materi
dengan kehidupan nyata. Guru masih banyak menggunakan metode
ceramah, yang membuat siswa hanya menghafal tanpa memahami makna
mendalam.
Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan model pembelajaran
yang lebih inovatif dan berpusat pada siswa. Salah satu pendekatan yang
relevan adalah pembelajaran terpadu tipe connected. Model ini
menghubungkan antar topik, konsep, dan keterampilan dalam satu bidang
studi sehingga siswa tidak belajar secara terpisah-pisah, tetapi memperoleh
pemahaman yang lebih utuh. Dengan demikian, pembelajaran menjadi
bermakna karena berkaitan dengan pengalaman nyata dalam kehidupan
sehari-hari.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan perangkat
pembelajaran terpadu tipe connected pada mata pelajaran IPS kelas IV
sekolah dasar; (2) mengetahui efektivitas penerapannya; dan (3) melihat
hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan model tersebut.
Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 3 Baron, Kecamatan Baron,
Kabupaten Nganjuk, dengan subjek siswa kelas IV berjumlah 28 orang.
Materi yang dikembangkan terbatas pada capaian pembelajaran tentang
aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi
daerah. Penelitian berlangsung selama satu semester dengan tiga kali
pertemuan.
Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D).
Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi modul ajar, buku
siswa, lembar kerja peserta didik (LKPD), dan instrumen penilaian.
Tahapan pengembangan dimulai dari perencanaan, penyusunan
perangkat, validasi oleh ahli, uji coba terbatas, hingga evaluasi efektivitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang
dikembangkan dinyatakan layak berdasarkan penilaian para ahli. Dari segi
isi, bahasa, maupun penyajian, perangkat sesuai dengan karakteristik siswa
sekolah dasar dan kurikulum yang berlaku. Selain itu, uji coba di kelas
menunjukkan bahwa perangkat ini efektif. Siswa lebih aktif, antusias, serta
mampu berdiskusi dan menyampaikan pendapat. Sebelum perangkat
digunakan, banyak siswa pasif, kurang fokus, dan kesulitan memahami
materi. Setelah perangkat diterapkan, terjadi peningkatan baik dalam
motivasi maupun hasil belajar. Nilai tes setelah pembelajaran juga lebih
tinggi dibanding sebelum uji coba.
Manfaat penelitian ini dapat dirasakan oleh berbagai pihak. Bagi
sekolah, hasil penelitian membantu meningkatkan mutu pembelajaran IPS
dan prestasi siswa. Bagi guru, penelitian ini menambah wawasan dan
motivasi untuk menerapkan model pembelajaran inovatif. Bagi siswa,
perangkat yang dikembangkan menumbuhkan minat dan semangat
belajar. Sedangkan bagi Dinas Pendidikan, hasil penelitian ini bisa menjadi
bahan masukan dalam merancang kebijakan peningkatan kualitas
pembelajaran IPS di sekolah dasar.
Secara teoritis, penelitian ini memperkuat gagasan bahwa
pembelajaran terpadu berpusat pada siswa dan mendorong keterlibatan
aktif mereka. Dengan mengaitkan konsep yang dipelajari melalui
pengalaman langsung, pemahaman siswa menjadi lebih mendalam. Model
connected memungkinkan terjadinya proses internalisasi konsep secara
berkelanjutan, sehingga siswa mampu mengaitkan materi dengan
kehidupan sehari-hari.
Walaupun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan. Subjek
penelitian hanya satu kelas dengan jumlah siswa terbatas, serta materi yang
dikembangkan hanya pada tema aktivitas ekonomi. Untuk penelitian
selanjutnya, disarankan agar perangkat serupa diuji pada tema dan sekolah
lain dengan jumlah sampel lebih besar sehingga hasilnya lebih luas dan
bervariasi.
Kesimpulan penelitian ini adalah perangkat pembelajaran IPS
terpadu tipe connected yang dikembangkan layak, praktis, dan efektif
digunakan di kelas IV sekolah dasar. Perangkat ini mampu meningkatkan
motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa. Dengan demikian, model
pembelajaran terpadu tipe connected dapat dijadikan alternatif dalam
meningkatkan kualitas pembelajaran IPS serta mendukung tujuan
pendidikan nasional, yaitu membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan
bertanggung jawab.