Penggunaan ChatGPT dan Canva dalam Proyek Kolaborasi Lintas Negara saat Natal
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Perayaan Natal seringkali menjadi momen bagi sekolah-sekolah dengan jaringan internasional untuk melakukan proyek kolaborasi lintas negara. Siswa di Indonesia menggunakan ChatGPT untuk menyusun draf surat persahabatan dalam bahasa Inggris guna dikirimkan kepada rekan mereka di luar negeri. AI membantu siswa dalam memperbaiki tata bahasa dan memperkaya kosa kata, sehingga mereka lebih percaya diri dalam berkomunikasi secara global. Inisiatif ini mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pertukaran budaya dan ide antar generasi muda di tingkat internasional.
Untuk mempercantik pesan tersebut, siswa menggunakan Canva untuk membuat desain kartu ucapan digital yang menggabungkan elemen budaya lokal Indonesia dengan tema Natal. Proses kreatif ini melibatkan riset visual mengenai motif batik atau ikon daerah yang bisa diperkenalkan kepada dunia luar. Pendidikan seni yang dipadukan dengan teknologi ini tidak hanya mengasah sisi estetika, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas nasional di kancah global. Siswa belajar bahwa budaya lokal dapat dikomunikasikan secara modern dan menarik.
Dalam prosesnya, alat terjemah otomatis tetap menjadi pendamping setia bagi siswa yang masih dalam tahap awal belajar bahasa asing. Mereka menggunakan Google Translate untuk memahami balasan surat dari teman luar negeri mereka, yang kemudian didiskusikan bersama guru di kelas. Interaksi ini menciptakan pengalaman belajar yang nyata (authentic learning) di mana siswa menyadari pentingnya penguasaan bahasa dan teknologi sebagai alat untuk membangun perdamaian dan pengertian antarbangsa yang berbeda latar belakang.
Hasil dari kolaborasi ini biasanya didokumentasikan dalam sebuah video pendek yang diunggah ke YouTube sekolah. Dokumentasi ini berfungsi sebagai portofolio digital bagi siswa dan juga sebagai materi inspirasi bagi sekolah lain untuk melakukan hal serupa. Teknologi digital telah meruntuhkan dinding-dinding kelas, memungkinkan siswa untuk belajar langsung dari dunia nyata dan membangun jaringan pertemanan yang melampaui batas-batas negara. Inilah esensi dari pendidikan di abad ke-21 yang serba terhubung.
Kesimpulannya, integrasi berbagai platform digital dalam kegiatan sekolah saat momen Natal membuktikan bahwa teknologi adalah sarana yang ampuh untuk mempererat persaudaraan manusia. Dengan bimbingan guru, penggunaan AI dan platform desain dapat diarahkan untuk tujuan-tujuan mulia seperti diplomasi budaya dan perdamaian dunia. Pendidikan yang berwawasan global ini akan mencetak generasi yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki hati yang terbuka terhadap perbedaan dan siap berkontribusi bagi kemajuan peradaban global.
###
Penulis: Anisa Rahmawati