Pentingnya Edukasi Seks pada Anak Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Pendidikan seks di sekolah
dasar (SD) masih menjadi masalah yang sensitif bagi beberapa orang. Banyak
orang tua khawatir bahwa membahas seks sejak dini akan membuat anak lebih ingin
tahu. Padahal, anak-anak dapat mendapatkan informasi yang salah dari internet
atau lingkungan sekitar tanpa pemahaman yang benar. Oleh karena itu, edukasi
seks sejak pendidikan dasar sangat penting untuk memberikan pengetahuan yang
sesuai dengan usia anak. Pendidikan seks di sekolah dasar tidak bertujuan untuk
mengajarkan hubungan seksual secara eksplisit. Sebaliknya, pendidikan seks
bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar tentang tubuh manusia,
keterbatasannya, dan cara menghindari pelecehan. Anak-anak harus menyadari
bahwa tubuh mereka berharga dan bahwa orang lain tidak boleh menyentuhnya tanpa
izin mereka. Dengan pengetahuan ini, mereka lebih berani mengatakan
"tidak" dalam situasi yang tidak aman.
Tidak hanya itu, pendidikan seks sejak dini
juga membantu anak memahami perubahan tubuh mereka. Untuk beberapa anak, masa
pubertas datang lebih cepat, dan jika mereka tidak memiliki pengetahuan yang
cukup, mereka dapat merasa cemas atau bingung. Namun, dengan pendidikan yang
tepat, anak-anak akan lebih siap untuk menghadapi perubahan fisik dan emosional
mereka tanpa merasa takut atau malu.
Pendidikan seks juga membantu anak dalam mencegah
pelecehan dan kekerasan seksual. Banyak kasus pelecehan terjadi karena anak
tidak menyadari bahwa mereka sedang menjadi korban atau takut untuk
melaporkannya. Jika anak-anak dididik untuk mengenali tanda-tanda pelecehan dan
tahu kepada siapa mereka harus melaporkannya, risiko menjadi korban pelecehan
dapat dikurangi.
Untuk mengimplementasikan edukasi seks yang
efektif di SD, diperlukan kerja sama antara sekolah, guru, dan orang tua. Pendidikan
seks harus diberikan secara bertahap sesuai dengan perkembangan anak. Dengan
menggunakan pendekatan yang tepat, edukasi seks tidak hanya melindungi anak,
tetapi juga mendidik generasi berikutnya tentang hak-hak mereka dan kesehatan
reproduksi.
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Freepik