Perjalanan Belajar di Semester 1
Saya, Savira Hadiyanti, mahasiswa Program Magister Pendidikan Dasar, pada semester ini mengikuti tujuh mata kuliah yang berfokus pada penguatan kompetensi akademik dan profesional sebagai calon pendidik sekolah dasar. Melalui berbagai pembelajaran tersebut, saya memperoleh pengalaman yang memperluas wawasan, mengasah keterampilan berpikir kritis, serta menumbuhkan kemampuan berinovasi dalam praktik pendidikan. Setiap mata kuliah memberikan kesempatan untuk mengaitkan teori dengan praktik nyata, sehingga saya dapat memahami peran guru secara lebih utuh sebagai pendidik, pemimpin, sekaligus peneliti di bidang pendidikan dasar.
Melalui mata kuliah Etnopedagogi, saya belajar menganalisis nilai-nilai budaya lokal untuk diintegrasikan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Pembelajaran ini membuka wawasan saya bahwa budaya merupakan sumber belajar yang kaya dan relevan bagi siswa. Saya menelaah bagaimana tradisi, permainan rakyat, dan kearifan lokal dapat diolah menjadi konteks pembelajaran yang bermakna. Dari proses merancang pembelajaran berbasis budaya, saya memahami bahwa pendidikan yang berpijak pada nilai lokal mampu menumbuhkan karakter, identitas, serta kecintaan terhadap lingkungan sosial siswa. Pendekatan etnopedagogi menegaskan bahwa pembelajaran idealnya berangkat dari pengalaman dan realitas budaya siswa agar lebih kontekstual dan berakar pada kehidupan mereka sehari-hari.
Pada mata kuliah Filsafat Ilmu Pendidikan, saya mempelajari aliran-aliran filsafat seperti idealisme, realisme, pragmatisme, dan eksistensialisme. Kajian ini menuntun saya memahami bahwa pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga proses pembentukan kesadaran moral dan kemanusiaan. Filsafat membantu saya berpikir reflektif, mempertanyakan setiap tindakan pedagogis, serta menimbang konsekuensi etis dalam proses pembelajaran.
Dalam mata kuliah Perspektif Teori Belajar, saya menelaah berbagai teori seperti behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme, dan teori sosial kognitif yang menjadi fondasi utama dalam dunia pendidikan. Setiap teori memberikan pandangan berbeda tentang cara siswa belajar dan peran guru dalam proses tersebut. Saya belajar pentingnya menyesuaikan pendekatan mengajar dengan karakteristik peserta didik dan konteks pembelajaran. Teori-teori ini memperkaya pemahaman saya dalam merancang strategi belajar yang mendorong partisipasi aktif, pengalaman langsung, dan motivasi intrinsik agar pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berkelanjutan.
Mata kuliah Multiliterasi menjadi pengalaman yang menantang sekaligus inspiratif. Saya belajar menganalisis isu sosial dan mengintegrasikannya dalam pembelajaran sekolah dasar. Saya memahami bahwa literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis, melainkan juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami konteks sosial, serta berkomunikasi melalui berbagai media dan simbol. Tugas-tugas dalam perkuliahan ini mendorong saya menciptakan pembelajaran yang menggabungkan literasi digital, visual, dan lingkungan dengan kehidupan nyata siswa. Dari sini saya semakin menyadari pentingnya peran guru sebagai fasilitator yang membantu siswa menjadi pembelajar yang adaptif, kreatif, dan peka terhadap perubahan zaman.
Melalui mata kuliah Kebijakan dan Kepemimpinan Pendidikan, saya mempelajari teori-teori kepemimpinan yang relevan dengan dunia pendidikan serta memahami bagaimana guru berperan sebagai pemimpin pembelajaran. Pembelajaran ini menumbuhkan kesadaran bahwa guru bukan
hanya pelaksana kebijakan, tetapi juga agen perubahan yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif dan inspiratif. Saya belajar pentingnya komunikasi efektif, pengambilan keputusan yang bijak, serta empati dalam menjalankan kepemimpinan pendidikan. Melalui diskusi dan simulasi, saya berlatih berpikir strategis untuk menghadapi tantangan pendidikan serta menumbuhkan tanggung jawab untuk berkontribusi dalam peningkatan mutu sekolah dasar.
Pada mata kuliah Aplikasi Teknologi dalam Pembelajaran, saya mengembangkan kemampuan memanfaatkan berbagai aplikasi digital untuk membuat media pembelajaran interaktif. Saya belajar bahwa teknologi dapat menjadi sarana efektif untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman. Penguasaan teknologi bukan sekadar keterampilan tambahan, tetapi merupakan kebutuhan penting bagi guru abad ke-21 dalam mewujudkan pembelajaran yang inovatif dan kontekstual.
Sementara itu, melalui mata kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan, saya mulai menyusun rancangan tesis yang berfokus pada pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa sekolah dasar. Proses ini melatih saya berpikir sistematis dan kritis dalam memecahkan permasalahan pendidikan berdasarkan teori dan data empiris. Saya belajar menyusun latar belakang, merumuskan masalah, menentukan metode penelitian, serta meninjau literatur secara mendalam. Mata kuliah ini menjadi landasan penting untuk menyiapkan penelitian yang aplikatif dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Secara keseluruhan, ketujuh mata kuliah yang saya ikuti saling melengkapi dalam membentuk pemahaman menyeluruh tentang pendidikan dasar yang berlandaskan budaya, teori belajar, literasi, kepemimpinan, teknologi, dan penelitian. Setiap pengalaman belajar memberikan kontribusi berharga dalam membangun kapasitas saya sebagai calon pendidik yang menghadirkan pembelajaran yang bermakna. Proses belajar selama semester ini tidak hanya memperluas wawasan teoretis, tetapi juga menumbuhkan keyakinan bahwa perubahan pendidikan dimulai dari guru yang terus belajar, berinovasi, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dasar Indonesia.
Nama Penulis : Savira Hadiyanti (Mahasiswa S2 Dikdas angkatan 2025)