Polarisasi Global Mengingatkan Pentingnya Nilai-Nilai Dasar dalam Pendidikan Moral
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Polarisasi global yang semakin memburuk telah membawa kembali perhatian masyarakat terhadap pentingnya nilai-nilai dasar dalam moral pendidikan. Di masa mana perbedaan seringkali dipandang sebagai ancaman dan konflik menjadi hal yang biasa, nilai-nilai dasar seperti rasa hormat, empati, kejujuran, dan keadilan menjadi lebih penting dari sebelumnya sebagai landasan untuk membangun hubungan yang harmonis dan masyarakat yang stabil.
Nilai-nilai dasar ini menjadi landasan yang membantu individu untuk memahami hak dan kewajiban mereka, serta menghargai hak dan martabat orang lain. Dalam konteks polarisasi global, di mana seringkali disesuaikan untuk mendukung kepentingan tertentu dan narasi yang memecah belah menjadi semakin kuat, nilai-nilai dasar informasi membantu individu untuk tetap fokus pada apa yang benar dan adil, bukan pada pandangan atau kelompok yang mereka dukung.
Banyak negara yang kini mulai mendesak kembali pengajaran nilai-nilai dasar dalam pendidikan moral mereka. Beberapa negara yang sebelumnya lebih fokus pada akademik atau keterampilan praktis kini merevisi kurikulum mereka untuk memberikan perhatian yang lebih besar pada nilai-nilai dasar moral. Hal ini dilakukan dengan pemahaman bahwa tanpa dasar nilai yang kuat, kemajuan akademik dan ekonomi tidak akan dapat membawa kebahagiaan dan kesejahteraan yang sesungguhnya bagi masyarakat.
Namun, mengajarkan nilai-nilai dasar dalam pendidikan moral tidaklah mudah, terutama di tengah keragaman budaya dan pandangan yang ada di dunia global saat ini. Ada tantangan dalam menyepakati apa yang dianggap sebagai nilai-nilai dasar yang universal, serta dalam mengajarkannya dengan cara yang relevan dan menarik bagi generasi muda. Selain itu, pengaruh media dan budaya populer yang seringkali tidak sesuai dengan nilai-nilai dasar juga menjadi tantangan yang perlu diatasi.
Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan pendekatan yang inklusif dan kolaboratif. Pendidikan moral harus menghormati keragaman budaya dan pandangan, tetapi juga menekankan nilai-nilai yang menjadi dasar bagi kehidupan bersama manusia. Kerja sama antara sekolah, keluarga, komunitas, dan organisasi internasional sangat diperlukan untuk memastikan bahwa nilai-nilai dasar ini tidak hanya diajarkan di kelas, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, moral pendidikan akan mampu menjadi kekuatan yang menguatkan masyarakat dan mengatasi tantangan polarisasi global.
###
Penulis : Ailsa Widya Imamatuzzadah