Poster Bencana Alam: Kolaborasi Pelajaran IPA dan Bahasa Inggris Lewat Canva dan Google Translate
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pembelajaran terpadu (integrated learning) semakin digalakkan di sekolah dasar. Guru kelas 6 menggabungkan materi mitigasi bencana alam (IPA) dengan pelajaran Bahasa Inggris dalam sebuah proyek pembuatan poster edukasi digital. Siswa diminta membuat poster peringatan dini bencana seperti "Tsunami Alert" atau "Earthquake Safety" dalam dua bahasa (bilingual). Untuk menghasilkan desain yang profesional dan bahasa yang akurat, siswa memanfaatkan aplikasi Canva dan Google Translate.
Siswa bekerja dalam kelompok, merumuskan langkah-langkah keselamatan seperti "Lindungi kepala" atau "Lari ke tempat tinggi". Mereka kemudian menerjemahkan frasa tersebut ke dalam Bahasa Inggris menggunakan Google Translate. Guru menekankan pentingnya mengecek kembali hasil terjemah tersebut; misalnya memastikan kata "Run" digunakan dengan tepat konteksnya. Setelah teks siap, siswa beralih ke Canva untuk mendesain visualnya. Mereka memilih ikon-ikon mitigasi bencana yang tersedia di perpustakaan elemen Canva, seperti gambar orang berlindung di bawah meja.
Kombinasi kedua aplikasi ini membuat siswa merasa seperti desainer profesional. Mereka belajar tentang tata letak, pemilihan warna merah/kuning untuk tanda bahaya, dan hierarki teks. Canva memudahkan mereka membuat poster yang terlihat resmi dan meyakinkan. Poster-poster bilingual ini kemudian dicetak dan ditempel di koridor sekolah serta diunggah di situs web sekolah, sehingga bisa menjadi sarana edukasi bagi tamu asing atau sekadar latihan membaca bahasa Inggris bagi seluruh siswa.
Proyek ini dinilai sangat efektif meningkatkan kompetensi 4C siswa (Creativity, Critical Thinking, Collaboration, Communication). Siswa tidak hanya menghafal teori mitigasi bencana, tetapi memproduksinya kembali dalam bentuk karya visual yang bermanfaat bagi orang lain. Penggunaan Bahasa Inggris memberikan nilai tambah wawasan global, menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bencana adalah isu universal.
Guru berhasil membuktikan bahwa teknologi terjemah dan desain grafis dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum inti dengan mulus. Pembelajaran menjadi kontekstual dan menghasilkan produk nyata. Siswa merasa bangga karya mereka menjadi bagian dari sistem keselamatan sekolah, dan mereka memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang kosakata Bahasa Inggris terkait keselamatan hidup.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia