Prakiraan Cuaca Besok Jadi Media Belajar Kontekstual
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Informasi tentang cuaca besok dimanfaatkan oleh guru sekolah dasar sebagai bahan pembelajaran kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan menggunakan prakiraan cuaca, guru mengajak siswa membaca informasi sederhana mengenai kondisi alam yang akan terjadi. Pendekatan ini membantu siswa memahami bahwa pengetahuan yang dipelajari di sekolah memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas harian mereka.
Pembelajaran ini melatih kemampuan literasi siswa, khususnya dalam memahami teks informatif yang singkat dan praktis. Siswa belajar membaca informasi cuaca, mengenali simbol dan istilah dasar, serta menangkap makna utama dari teks tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan literasi dasar di jenjang sekolah dasar.
Selain literasi, pembelajaran cuaca juga melatih kemampuan siswa dalam memahami dan mengolah informasi sederhana. Dengan bimbingan guru, siswa diajak untuk menafsirkan prakiraan cuaca dan mengaitkannya dengan kondisi nyata. Proses ini membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir logis secara bertahap.
Melalui pembelajaran cuaca, siswa belajar mengambil keputusan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan informasi cuaca besok, siswa dapat menentukan tindakan yang tepat, seperti memilih pakaian yang sesuai, membawa payung saat hujan, atau mempersiapkan perlengkapan tertentu ketika cuaca panas. Kegiatan ini melatih kemandirian dan tanggung jawab siswa sejak dini.
Guru mengintegrasikan topik cuaca ke dalam berbagai mata pelajaran, terutama bahasa dan sains dasar. Dalam pelajaran bahasa, siswa berlatih membaca, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat secara lisan maupun tertulis. Sementara itu, dalam pelajaran sains, siswa memahami konsep dasar tentang cuaca, perubahan alam, dan dampaknya terhadap kehidupan manusia.
Pendekatan lintas mata pelajaran ini membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna dan tidak terpisah-pisah. Siswa dapat melihat keterkaitan antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya, sehingga pemahaman mereka terhadap materi menjadi lebih utuh. Pembelajaran yang terintegrasi juga meningkatkan minat dan keterlibatan siswa dalam proses belajar.
Pemanfaatan pembelajaran cuaca di sekolah dasar mendukung pencapaian SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 13 tentang Aksi Iklim. Melalui pembelajaran kontekstual ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademis, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kesadaran yang ditanamkan sejak dini diharapkan membentuk generasi yang peduli dan tanggap terhadap perubahan lingkungan di masa depan.
# # #
Penulis: Nabila Mutiara Febriyanti