Ringkasan MK Filsafat Ilmu Pendidikan Dasar
Penulis: Della Octavia Citra Lestari (Mahasiswa S2 Dikdas angkatan 2025)
Filsafat Ilmu Pendidikan Dasar merupakan mata kuliah yang membekali calon guru dengan kemampuan untuk merenung, berpikir kritis, dan mendasar tentang hakikat, landasan, serta praktik pendidikan di sekolah dasar. Mata kuliah ini tidak mengajarkan “cara mengajar” yang praktis, tetapi membahas “mengapa” dibalik segala sesuatu yang dilakukan dalam pendidikan dasar. Topik yang akan dipelajari dalam mata kuliah ini diantaranya: 1) mempertanyakan, kebenaran, pengetahuan, ilmu, aspek ontologi, estimologi, dan aksiologi ilmu; 2) filsafat ilmu pendidikan dasar membahas tentang dasar-dasar filosofis yang terkait dengan pendidikan dasar termasuk tujuan, nilai, dan prisnip-prinsip yang mendasari praktik Pendidikan; 3) menjelaskan aliran beberapa filsafat yang relevan pendidikan dasar; 4) implikasi filsafat ilmu pendidikan dasar; 5) kajian tentang kebenaran, pengetahuan, ilmu, serta aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi ilmu; 6) hakikat ilmu pendidikan di tingkat pendidikan dasar; 7) hakikat ilmu pendidikan dasar di perguruan tinggi; 8) ruang lingkup sistem Pendidikan; 9) wawasan tentang filosofi ilmu pendidikan dasar; 10) konsep, model, prinsip, dan prosedur pendidikan dasar; 11) filosofi dan teori mengenai pendudikan dasar; 12) mengidentifikasi permasalahan pendidikan dasar; dan 13) sistem filsafat pendidikan Indonesia di identifikasi melalui pemikiran tokoh tokoh berpengaruh. Dalam mata kuliah ini, saya membahas poin nomor 3, yaitu aliran-aliran yang relevan dengan pendidikan dasar.
Aliran-aliran yang Relevan dengan Pendidikan Dasar
1. Aliran Essentialisme
Filsafat essentialisme adalah suatu aliran filsafat yang lebih merupakan perpaduan ide filsafat idealisme-objektif di satu sisi dan realisme-objektif di sisi lainnya. Dalam konteks filsafat Pendidikan, aliran ini memiliki ciri utamanya yang menekankan bahwa pendidikan mesti dibangun di atas nilai-nilai yang kokoh, tetap, dan stabil.
2. Aliran Progresivisme
Progresivisme secara bahasa dapat diartikan sebagai aliran yan menginginkan kemajuan kemajuan secara cepat. Dalam konteks filsafat pendidikan, progresivisme merupakan suatu aliran yang menekankan bahwa pendidikan bukanlah sekedar upaya pemberian sekumpulan pengetahuan kepada subjek didik, tetapi hendaklah berisi beragam aktivitas yang mengarah pada pelatihan kemampuan berpikir mereka secara menyeluruh.
3. Aliran Konstruktivisme
Aliran konstruktivisme adalah satu aliran filsafat yang menekankan bahwa pengetahuan adalah kontruksi (bentukan). Pengetahuan bukanlah suatu tiruan dari kenyataan (realitas), pengetahuan merupakan akibat dari suatu konstruksi kognitif melalui kegiatan seseorang. Seseorang dapat membentuk skema, kategori, konsep dan struktur pengetahuan yang diperlukan untuk pengetahuan. Proses pembentukan ini berjalan terus menerus dan setiap kali akan mengadakan reorganisasi karena adanya suatu pemahaman yang baru.
4. Aliran Perenialisme
Perenialisme dengan kata dasarnya perenial yang berarti continuing throughout the whole year atau lasting for a very long time, yakni abadi atau kekal yang terus ada tanpa akhir. Dalam
pengertiannya yang lebih umum, dapat dikatakan bahwa tradisi dipandang juga sebagai prinsip prinsip yang abadi yang terus mengalir sepanjang sejarah manusia karena ia adalah anugerah Tuhan pada semua manusia dan memang merupakan hakikat insaniah manusia. Dikarenakan esensi aliran ini berupaya menerapkan nilai-nilai atau norma-norma yang bersifat kekal dan abadi yang selalu seperti itu sepanjang sejarah manusia, maka perenialisme dianggap sebagai
suatu aliran yang ingin kembali atau mundur kepada nilai-nilai kebudayaan masa lampau. 5. Aliran Rekonstruktionisme
Rekonstruksionisme berasal dari bahasa Inggris, Reconstruct yang berarti menyusun kembali. Dalam konteks filsafat pendidikan aliran rekonstruksionisme adalah suatu aliran yang berusaha merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang bercorak modern.
6. Aliran Eksistensialisme
Eksistensialisme merupakan suatu aliran filsafat yang lahir untuk menentang zamannya. Ia lahir sebagai reaksi terhadap cara berpikir yang telah ada seperti materialisme dan idealisme dan barangkali juga kekecewaan terhadap agama (Kristen). Pada umumnya, kata eksistensi berarti keberadaan, tetapi di dalam filsafat eksistensialisme ungkapan eksistensi mempunyai arti yang khusus. Eksistensi adalah cara manusia berada di dalam dunia.
7. Aliran Idealisme
Idealisme dalam filsafat adalah aliran pemikiran filsafat yang kental dengan corak metafisik. Idealisme memandang bahwa realitas itu tidak lain adalah ide-ide, akal, pikiran, atau jiwa, bukan benda-benda material ataupun kekuasaan. Idealisme memandang bahwa realitas terdiri atas ide-ide, pikiran-pikiran, akal (mind), atau jiwa, bukan benda material. Idealisme menekankan idea jauh terlebih dulu ada ketimbang materi.
8. Aliran Realisme
Realisme merupakan ajaran filsafat yang menganggap bahwa suatu kebenaran merupakan gambaran nyata atau salinan sebenarnya dari dunia realitas dari sebuah gagasan yang ada dipikirkan seseorang.