Ringkasan MK Perspektif Teori Belajar di Pendidikan Dasar
Penulis: Della Octavia Citra Lestari (Mahasiswa S2 Dikdas angkatan 2025)
Perspektif Teori Belajar di Pendidikan Dasar merupakan sebuah mata kuliah yang dirancang untuk membekali calon guru dan pendidik dengan pemahaman mendalam tentang berbagai landasan teori yang menjelaskan bagaimana anak usia sekolah dasar belajar dan bagaimana menerapkan teori-teori tersebut dalam praktik pembelajaran di kelas yang efektif serta bermakna. Topik yang akan dipelajari dalam mata kuliah ini, diantaranya: 1) teori behaviouristik beserta implikasinya; 2) teori kognitif beserta implikasinya; 3) teori humanistic beserta implikasinya; 4) teori sosial beserta implikasinya; 5) teori konstruktivisme beserta implikasinya; 6) teori sibernatik beserta implikasinya; 7) teori montessori; 8) teori Hasyim Asy’ari; dan 9) teori Ki Hajar Dewantara.
1. Teori Belajar Behaviouristik
Teori ini menekankan pada perilaku yang dapat diamati. Belajar dianggap sebagai proses pembentukan hubungan antara stimulus/ rangsangan dan respons/ tanggapan melalui pengondisian. Implikasinya adalah pembelajaran berpusat pada guru, metode drill and practice (latihan terus-menerus), dan pemberian reward.
2. Teori Belajar Kognitif
Teori ini berfokus pada proses mental internal seperti ingatan, persepsi, pemrosesan informasi, dan pemecahan masalah. Belajar adalah perubahan dalam struktur kognitif. Implikasinya adalah guru harus memahami latar belakang pengetahuan peserta didik, penyajian materi secara terorganisir dan bermakna, serta penggunaan media pembelajaran.
3. Teori Belajar Humanistik
Teori ini memandang belajar sebagai proses untuk mengaktualisasikan diri dan mengembangkan potensi secara utuh. Implikasinya adalah pembelajaran berpusat pada peserta didik, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, dan guru berperan sebagai fasilitator. 4. Teori Belajar Sosial
Teori ini menekankan bahwa belajar terjadi melalui observasi dan peniruan (modeling) dalam konteks sosial. Implikasinya adalah guru harus menjadi model perilaku yang baik, pembelajaran kooperatif dan kerja kelompok, dan memberikan contoh nyata dalam mengajarkan suatu keterampilan.
5. Teori Belajar Konstruktivisme
Teori ini meyakini bahwa pengetahuan dibangun secara aktif oleh peserta didik berdasarkan pengalaman nyata dan interaksinya dengan lingkungan. Implikasinya adalah pembelajaran berbasis inquiri, guru sebagai fasilitator, dan menghargai jawaban dari setiap peserta didik. 6. Teori Belajar Sibernetik
Teori ini menganalogikan otak manusia dengan sistem pemrosesan informasi layaknya komputer. Belajar adalah proses menerima, mengolah, menyimpan, dan mengambil informasi. Implikasinya adalah pemberian informasi yang sistematis, pemberian feedback, dan penggunaan teknologi komputer dalam pembelajaran.
7. Teori Montessori
Teori ini menekankan pada kemandirian, kebebasan dalam batasan, dan penghormatan terhadap perkembangan alami anak. Implikasinya adalah anak bebas memilih aktivitas yang diminati
dari materi yang disediakan, guru sebagai pengamat dan pemandu, dan fokus pada pembelajaran melalui panca indera serta aktivitas fisik.
8. Teori Hasyim Asy’ari
Teori ini menekankan integrasi ilmu umum dan ilmu agama (integrasi iman dan ilmu). Tujuannya adalah membentuk manusia yang berakhlak mulia, bermanfaat bagi masyarakat, dan bertakwa kepada Tuhan. Implikasinya adalah kurikulum yang memadukan ilmu agama dan ilmu duniawi, pembelajaran akhlak dan adab menjadi fondasi, serta menekankan keteladanan dari kyai/guru.
9. Teori Ki Hajar Dewantara
Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Pendidikan harus memerdekakan kehidupan lahir dan batin anak, sesuai dengan kodrat alam dan zamannya. Implikasinya adalah guru di depan memberikan contoh dan teladan, guru di tengah menciptakan Prakarsa dan ide, serta guru di belakang memberikan dorongan dan motivasi.
Dengan adanya topik-topik di atas, diharapkan dapat menjadi fondasi bagi calon guru untuk menjadi pendidik yang profesional, kreatif, dan efektif karena semua tindakan mengajarnya didasarkan pada pemahaman yang ilmiah tentang bagaimana anak-anak terbaiknya belajar.