Saat Dunia Digital Terasa Dekat, Tapi Pemahaman Menjauh
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Dunia digital sering memberi ilusi kedekatan. Jarak seolah lenyap melalui pesan instan dan video singkat. Banyak orang merasa terhubung setiap saat. Namun kedekatan ini tidak selalu diiringi pemahaman. Literasi digital hadir untuk menjembatani jarak yang tak kasatmata. Komunikasi daring sering mengandalkan potongan kata dan emoji. Nuansa mudah hilang dalam teks singkat. Tanpa literasi, kesalahpahaman mudah terjadi. Satu kalimat bisa ditafsirkan berbeda oleh banyak orang. Kesadaran ini penting dalam interaksi digital.
Media sosial juga membentuk cara pandang terhadap dunia. Apa yang sering muncul dianggap sebagai kenyataan umum. Padahal ia hanyalah representasi terpilih. Literasi digital mengajak melihat di balik tampilan. Ia mengingatkan bahwa dunia digital tidak selalu mencerminkan dunia nyata secara utuh.
Fenomena flexing dan pencitraan marak terlihat. Banyak konten menampilkan keberhasilan tanpa cerita proses. Tanpa literasi, penonton mudah merasa tertinggal. Literasi digital membantu memahami bahwa apa yang terlihat tidak selalu lengkap. Kesadaran ini menjaga kesehatan mental.
Selain itu, literasi digital menuntut kemampuan mendengarkan. Diskusi daring sering berubah menjadi monolog saling serang. Literasi digital mendorong dialog yang beradab. Perbedaan pendapat tidak harus berakhir konflik. Empati menjadi kunci.
Ruang digital juga menyimpan jejak panjang. Unggahan lama bisa muncul kembali. Tanpa literasi, orang mudah lupa akan konsekuensi ini. Literasi digital mengajarkan kehati-hatian jangka panjang. Setiap kata perlu dipertimbangkan.
Dengan literasi, dunia digital tidak lagi menipu rasa kedekatan. Interaksi menjadi lebih bermakna. Hubungan dibangun dengan kesadaran, bukan sekadar kehadiran daring. Di sanalah kualitas relasi digital tumbuh.
Pada akhirnya, melek digital berarti memahami batas. Antara dekat dan benar-benar memahami. Antara terlihat dan sesungguhnya. Literasi digital menjaga keseimbangan itu.
Penulis: Resinta Aini Z.