Sekolah Dasar dan Minimnya Ruang Ekspresi Seni Anak
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pendidikan dasar sering terlalu fokus pada mata pelajaran inti. Seni dan kreativitas kerap diposisikan sebagai pelengkap. Padahal, seni adalah ruang ekspresi penting bagi anak. Banyak anak menyalurkan emosi dan imajinasi melalui seni. Mengabaikannya berarti mengabaikan sisi kemanusiaan anak.
Di banyak sekolah dasar, pelajaran seni minim waktu dan fasilitas. Guru sering tidak memiliki latar belakang seni. Akibatnya, pembelajaran seni menjadi sekadar formalitas. Anak kehilangan kesempatan berekspresi secara bebas. Pendidikan dasar kehilangan potensi besar.
Seni berperan penting dalam perkembangan emosional dan sosial anak. Melalui seni, anak belajar menghargai perbedaan. Anak juga belajar percaya diri dan berani menampilkan diri. Seni membantu anak memahami dirinya sendiri. Pendidikan dasar membutuhkan pendekatan holistik.
Isu kesehatan mental anak juga berkaitan dengan minimnya ruang ekspresi. Anak yang tertekan membutuhkan saluran yang aman. Seni bisa menjadi media pemulihan yang efektif. Sekolah dasar dapat menjadi ruang aman untuk itu. Namun, dibutuhkan kesadaran bersama.
Menguatkan pendidikan seni di sekolah dasar adalah investasi jangka panjang. Kreativitas adalah keterampilan masa depan. Anak-anak perlu ruang untuk tumbuh secara utuh. Pendidikan dasar tidak boleh hanya mencetak anak pintar, tetapi juga manusia yang utuh. Seni adalah bagian penting dari pendidikan.
###
Penulis: Aida Meilina