SERUNYA BELAJAR SAINS LEWAT EKSPERIMEN SEDERHANA DI SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Di tingkat Sekolah Dasar (SD), pembelajaran sains sering kali
dianggap sebagai sesuatu yang rumit dan membosankan jika hanya disampaikan
melalui buku teks. Padahal, sains adalah bagian dari kehidupan sehari-hari anak,
dari hujan yang turun hingga es yang mencair. Di sinilah eksperimen sederhana
memiliki peran penting: mengubah konsep-konsep abstrak menjadi pengalaman nyata
yang menyenangkan. Dengan melakukan percobaan langsung, anak tidak hanya
melihat, tetapi juga menyentuh, mengamati, dan menarik kesimpulan secara
mandiri.
Eksperimen
sains tidak harus menggunakan alat laboratorium mahal. Cukup dengan bahan-bahan
yang mudah ditemukan seperti air, cuka, soda kue, atau balon, siswa bisa
memahami reaksi kimia, gaya dorong, dan prinsip-prinsip fisika dasar. Misalnya,
eksperimen “gunung meletus” menggunakan soda kue dan cuka bukan hanya
menyenangkan, tapi juga membuka diskusi tentang reaksi kimia dan gejala alam.
Melalui pendekatan ini, anak dilatih untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan
berani mencoba. Hal ini mendukung perkembangan karakter ilmiah dan membangun
rasa percaya diri dalam memecahkan masalah.
Agar
pembelajaran sains melalui eksperimen berdampak jangka panjang, guru perlu mengintegrasikannya
ke dalam kurikulum tematik dan kegiatan rutin kelas. Misalnya, proyek mingguan
di mana siswa diminta merancang dan mendemonstrasikan eksperimen sederhana di
hadapan teman-temannya. Keterlibatan aktif seperti ini menumbuhkan rasa ingin
tahu dan menjadikan sains sebagai pelajaran favorit. Bahkan, dengan pendekatan
yang tepat, eksperimen dapat menginspirasi minat terhadap karier di bidang STEM
(Science, Technology, Engineering, and Math) sejak dini.
###
Penulis: Sevian
Dokumentasi: Freepik