Strategi Orang Tua Mengimbangi Pendidikan Formal dan Digital
s2ikdas fip.unesa.ac.id -
Surabaya. Di era digital saat ini,
anak-anak tidak hanya belajar di sekolah resmi tetapi juga melalui dunia maya
yang penuh dengan informasi. Pendidikan
digital menawarkan akses tanpa batas terhadap pengetahuan, keterampilan, dan
hiburan. Namun, tanpa pengawasan dan bimbingan yang tepat, hal ini justru dapat
menyebabkan kebingungan, ketergantungan, dan bahkan penyimpangan perilaku. Oleh karena itu, peran orang tua sangat
penting dalam menyeimbangkan pendidikan digital dan formal.
Strategi pertama yang dapat
dilakukan orang tua adalah membangun komunikasi terbuka dengan anak. Orang tua
harus tahu apa yang dipelajari anak mereka baik di sekolah maupun melalui
internet. Anak akan merasa nyaman berbagi informasi jika mereka bertanya tanpa
menghakimi dan menunjukkan ketertarikan yang sebenarnya. Misalnya, orang tua
dapat merespons dengan antusias dan memberikan pandangan yang membantu anak
menyaring informasi secara kritis ketika anak melihat video edukatif di
YouTube.
Lebih lanjut lagi, orang tua juga
dapat mengatur waktu bermain digital dan belajar anak mereka. Sekolah biasanya
memiliki kendali atas pembelajaran formal, tetapi pembelajaran digital harus
diatur dengan hati-hati. Agar anak tidak terlalu lama menghabiskan waktu di
depan gawai, membuat rencana untuk berapa lama waktu yang harus mereka gunakan
setiap hari sangat membantu. Orang tua juga dapat mengarahkan anak mereka ke
platform digital yang sesuai usia dan edukatif, seperti aplikasi belajar
interaktif, game edukasi, dan kursus online yang mendukung kurikulum sekolah.
Strategi ketiga adalah menunjukkan
teknologi. Anak cenderung mengikuti
tindakan orang tua mereka. Anak-anak
akan belajar melakukan hal yang sama jika orang tua mereka menggunakan
perangkat elektronik dengan bijak, seperti menghindari memegang ponsel saat
makan bersama atau memilih konten yang bermanfaat. Selain itu, cara yang bagus untuk
menyeimbangkan paparan digital adalah melibatkan anak-anak dalam kegiatan
offline, seperti membaca buku bersama, berkebun, atau membuat kerajinan tangan.
Mengimbangi pendidikan formal dan
digital tidak berarti membatasi salah satunya; sebaliknya, itu berarti keduanya
bekerja sama dengan baik satu sama lain untuk bekerja sama dengan baik. Orang tua dapat mendidik anak yang tidak
hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kritis, tanggap teknologi, dan
bermoral dalam berinteraksi dengan dunia digital dengan cara yang tepat. Sangat penting bagi orang tua untuk
berpartisipasi secara aktif dalam menciptakan generasi masa depan yang siap
menghadapi tantangan zaman.
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest