Studi: Kualitas Udara Akibat Cuaca Buruk Turunkan Nilai Ujian Siswa
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Isu kualitas udara, yang sering memburuk saat musim kemarau panjang atau akibat kebakaran lahan yang dipengaruhi oleh cuaca kering, kini terbukti memiliki korelasi langsung dan mengkhawatirkan dengan capaian akademis siswa. Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti pendidikan dan lingkungan di Jakarta Raya mengungkapkan adanya penurunan signifikan pada nilai ujian standar siswa selama periode kabut asap atau polusi udara tinggi.
Studi tersebut menganalisis data kualitas udara (khususnya konsentrasi partikel PM2.5) dan membandingkannya dengan hasil ujian sekolah di beberapa wilayah yang terdampak polusi terburuk. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa yang terpapar udara kotor selama beberapa minggu sebelum ujian cenderung mendapatkan skor rata-rata yang lebih rendah. Para peneliti menduga ini bukan hanya disebabkan oleh absensi sekolah akibat sakit, tetapi juga oleh gangguan kognitif langsung.
Paparan polusi udara diketahui dapat menyebabkan peradangan pada sistem saraf, yang berdampak negatif pada memori jangka pendek, konsentrasi, dan kemampuan pemecahan masalah. Siswa yang belajar di bawah kondisi udara buruk sering mengeluhkan sakit kepala, batuk, dan mata perih, yang secara kolektif mengganggu fokus mereka selama proses belajar maupun saat mengerjakan soal ujian.
Untuk mengatasi dampak ini, sekolah-sekolah di wilayah rawan polusi didesak untuk meningkatkan upaya mitigasi. Langkah-langkah yang dapat diambil meliputi penyediaan penyaring udara (air purifier) di ruang kelas, penyesuaian jadwal untuk membatasi aktivitas luar ruangan, dan penggunaan masker N95 bagi siswa saat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di level tidak sehat. Pendidikan tentang dampak polusi dan cara melindung diri juga harus diintensifkan.
Temuan studi ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan bahwa kualitas udara, yang erat kaitannya dengan kondisi cuaca dan iklim, adalah faktor krusial dalam menentukan keberhasilan pendidikan. Investasi dalam penanggulangan polusi udara dan penyediaan fasilitas sekolah yang memiliki udara bersih harus dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya peningkatan mutu pendidikan nasional.
Penulis : Reynaldo Hari Prastiyo
Gambar : Pinterest