Transformasi Pembelajaran Sekolah Dasar di Era Perubahan Sosial
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pendidikan dasar berada pada fase transformasi yang signifikan seiring dengan perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang berlangsung cepat. Sekolah dasar tidak lagi diposisikan hanya sebagai tempat transfer pengetahuan dasar membaca, menulis, dan berhitung. Ia berkembang menjadi ruang pembentukan karakter, nalar kritis, serta kesadaran sosial peserta didik. Perubahan ini menuntut guru untuk memahami konteks sosial siswa secara lebih mendalam. Pembelajaran pun tidak bisa dilepaskan dari realitas kehidupan sehari-hari anak.
Secara teoretis, transformasi ini sejalan dengan pendekatan konstruktivisme yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam membangun pengetahuan. Anak belajar melalui interaksi dengan lingkungan sosial dan budaya di sekitarnya. Oleh karena itu, materi pembelajaran di SD perlu dikontekstualisasikan dengan pengalaman nyata siswa. Proses belajar tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir dan refleksi. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan dan mendampingi.
Dalam praktik pembelajaran, perubahan sosial dapat diintegrasikan melalui tema-tema kontekstual seperti lingkungan, keluarga, dan kehidupan masyarakat. Materi ke-SD-an seperti IPA, IPS, dan Bahasa Indonesia dapat dikaitkan dengan fenomena sosial yang dekat dengan siswa. Misalnya, pembelajaran cuaca dapat dihubungkan dengan perubahan iklim dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini mendorong siswa untuk berpikir kritis sejak dini. Selain itu, siswa belajar memahami peran dirinya dalam masyarakat.
Pendekatan pembelajaran tematik-integratif menjadi salah satu strategi yang relevan dalam konteks ini. Pendekatan ini memungkinkan berbagai mata pelajaran saling terhubung dalam satu tema besar. Secara akademis, hal ini mendukung pengembangan berpikir holistik pada anak. Siswa tidak melihat pengetahuan sebagai bagian yang terpisah-pisah. Sebaliknya, mereka memahami keterkaitan antar konsep secara bermakna.
Dengan demikian, transformasi pembelajaran di sekolah dasar merupakan kebutuhan yang tidak terelakkan. Guru perlu mengembangkan kompetensi pedagogis dan sosial secara seimbang. Sekolah dasar harus menjadi ruang belajar yang adaptif terhadap perubahan zaman. Pendidikan dasar yang responsif akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peka secar sosial.
Penulis: Aida Meilina