Translate dan Multibahasa, Kunci Pendidikan Dasar Ramah SDGs
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Dalam upaya mewujudkan pendidikan dasar yang inklusif dan berkualitas sesuai dengan semangat SDGs, penggunaan layanan translate dan pendekatan multibahasa (multilingual education) di sekolah dasar semakin mendapatkan perhatian. Lantas mengapa multibahasa dan translate penting di sekolah dasar? Menurut UNESCO pendidikan multibahasa khususnya penggunaan bahasa ibu sebagai bahasa pengantar pada tahun-tahun awal sekolah memberikan dampak signifikan terhadap keberhasilan belajar siswa. Siswa yang belajar dalam bahasa yang mereka pahami punya kemungkinan lebih tinggi untuk menguasai bacaan dengan baik dibanding mereka yang diajar dalam bahasa asing sejak awal. Pendekatan multibahasa juga membuka peluang jauh lebih inklusif bagi peserta didik yang berasal dari komunitas berbahasa daerah atau bahasa minoritas. Ketika sekolah mengakomodasi lebih dari satu bahasa dalam sebuah proses pembelajaran, maka anak-anak dari berbagai latar bahasa tidak lagi merasa terkucilkan atau mengalami hambatan dalam memahami materi pembelajaran. Sehingga mereka dapat belajar dengan ritme yang sesuai kemampuan bahasa mereka, dan nantinya kesenjangan dalam pencapaian akademik dapat di minimalkan. Di negara yang memiliki keragaman linguistik seperti Indonesia, pendekatan ini sangatlah penting. Di mana ribuan anak lebih sering menggunakan bahasa ibu dari pada bahasa pengantar (Bahasa Indonesia) di sekolah. Dengan menambahkan bahasa daerah dalam proses pembelajaran, sekolah bukan hanya dapat mempermudah pemahaman siswa, akan tetapi juga menjaga dan menghargai identitas budaya mereka.
Hal ini selaras dengan target SDG 4 yang menekankan “Pendidikan Berkualitas, Merata, dan Inklusif bagi semua”. SDG 4 menggarisbawahi pentingnya menyediakan layanan pendidikan tanpa diskriminasi serta memastikan bahwa setiap anak termasuk mereka yang berasal dari kelompok bahasa minoritas mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang. Dalam konteks ini, pendidikan multibahasa menjadi strategi efektif untuk mewujudkan kesetaraan akses, mengurangi ketertinggalan, dan menjamin bahwa sistem pendidikan benar-benar melayani seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.
Seiring terjadinya globalisasi dan perkembangan teknologi, alat translate dan sumber belajar berbahasa asing menjadi sarana penting untuk membuka akses ke konten pembelajaran global. Dalam konteks ini, kemampuan menerjemahkan baik secara manual maupun teknologi sangat membantu guru maupun siswa untuk mengakses referensi ilmiah, literatur pendidikan, dan sumber belajar berkualitas tinggi dari berbagai belahan dunia.
Penggunaan layanan translate juga dapat mendukung internasionalisme pendidikan. sehingga, pendidikan dasar tidak hanya berfokus pada literasi dan numerasi, akan tetapi bisa membekali siswa dengan kemampuan berbahasa yang relevan di dunia global.
Manfaat bagi siswa inklusivitas, pemahaman mendalam, dan kesataran akses sebagai berikut: siswa dengan bahasa ibu non-dominan dapat belajar dengan lebih nyaman serta tidak merasa terisolasi (dapat mendukung kesetaraan akses pendidikan), pembelajaran multibahasa dan akses sumber dari berbagai bahasa memperkaya wawasan siswa yang nantinya dapat mempersiapkan mereka untuk hidup di masyarakat global, penggunaan translate dan multibahasa juga memperkuat nilai inklusivitas dan keberagaman (selaras dengan tujuan SDGs untuk pembangunan berkelanjutan sosial dan pendidikan).
Meski potensinya besar, implementasi multibahasa di banyak sekolah dasar masih menghadapi banyak kendala. Di antaranya, kurangnya buku teks dalam bahasa lokal, minimnya guru yang terampil mengajar dalam berbagai bahasa, serta kebijakan yang belum merata. Karenanya dibutuhkan dukungan kebijakan, mulai dari pelatihan guru multibahasa, penyediaan materi pembelajaran lokal, hingga penggunaan teknologi translate yang ramah pelajar, agar SDGs dalam pendidikan bisa dapat benar-benar tercapai sejak jenjang dasar.
# # #
Penulis: Nabila Mutiara Febriyanti
Sumber: https://www.inovasi.or.id/publication/belajar-jadi-lebih-mudah-berkat-kekuatan-bahasa-daerah-di-sekolah/