WhatsApp Web Dukung Model Pembelajaran Hybrid
Sumber: Istock
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Dalam penerapan pembelajaran hybrid, WhatsApp Web menjadi salah satu media pendukung yang efektif di sekolah dasar. Guru memadukan pembelajaran tatap muka dengan komunikasi daring melalui WA Web. Materi pengayaan, pengumuman, dan diskusi sederhana dapat dilakukan secara daring. Hal ini membantu siswa tetap terhubung dengan guru di luar jam sekolah.
Model pembelajaran hybrid yang memanfaatkan WhatsApp Web memberikan fleksibilitas bagi siswa dan orang tua dalam mengikuti proses pembelajaran. Siswa tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pembelajaran tatap muka di sekolah, karena materi dan informasi pembelajaran dapat diakses dari rumah melalui perangkat digital. Fleksibilitas ini membantu siswa menyesuaikan waktu belajar sesuai dengan kondisi keluarga masing-masing.
Bagi orang tua, model ini memberikan kesempatan untuk lebih terlibat dalam proses belajar anak. Melalui komunikasi yang terjalin di WhatsApp Web, orang tua dapat mengetahui tugas, materi, dan perkembangan belajar anak secara langsung. Keterlibatan ini menjadi penting dalam pendidikan dasar, karena pendampingan orang tua sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa.
Selain fleksibilitas, pemanfaatan WhatsApp Web juga melatih literasi digital dasar siswa. Anak-anak mulai diperkenalkan pada penggunaan teknologi sebagai sarana belajar, bukan sekadar hiburan. Mereka belajar mengakses materi, membaca instruksi, serta berkomunikasi secara sopan dan bertanggung jawab melalui media digital.
Pembiasaan penggunaan teknologi secara bijak ini membantu membentuk sikap tanggung jawab dan etika digital sejak dini. Siswa diajarkan untuk menggunakan gawai sesuai kebutuhan pembelajaran, menghargai waktu, serta memahami aturan dalam berkomunikasi daring. Keterampilan ini sangat penting sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.
Pemanfaatan WhatsApp Web dalam pembelajaran hybrid juga mendukung pencapaian SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Teknologi ini membantu menjaga keberlanjutan pembelajaran dalam berbagai kondisi, termasuk ketika pembelajaran tatap muka terbatas akibat kendala geografis, cuaca, atau situasi darurat lainnya.
Keberhasilan penerapan pembelajaran hybrid di sekolah dasar sangat bergantung pada kolaborasi antara guru dan orang tua. Guru berperan dalam merancang dan mengelola pembelajaran, sementara orang tua mendampingi dan memotivasi anak di rumah. Dengan kerja sama yang baik, WhatsApp Web dapat menjadi sarana efektif untuk mendukung pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan.
# # #
Penulis: Nabila Mutiara Febriyanti