WhatsApp Web sebagai LMS Sederhana dalam Pembelajaran Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Keterbatasan fasilitas teknologi masih menjadi tantangan bagi banyak sekolah dasar, terutama dalam penerapan Learning Management System (LMS) berbasis platform khusus. Tidak semua sekolah memiliki akses terhadap LMS berbayar atau infrastruktur pendukung yang memadai. Kondisi ini menuntut adanya solusi pembelajaran digital yang sederhana, murah, dan mudah diakses oleh seluruh warga sekolah. Dalam konteks tersebut, pemanfaatan WhatsApp Web menjadi alternatif yang relevan untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus sejalan dengan tujuan SDGs poin 4, yaitu menjamin pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi semua.
WhatsApp Web memungkinkan guru mengelola pembelajaran melalui perangkat komputer dengan lebih nyaman dibandingkan penggunaan ponsel. Guru dapat mengirim materi, tugas, dan pengumuman secara terstruktur melalui grup kelas. Fitur pengiriman dokumen, gambar, dan video memudahkan guru menyampaikan bahan ajar tanpa harus menggunakan platform LMS yang kompleks. Kemudahan ini mendukung pemerataan akses pembelajaran digital, sehingga setiap siswa tetap memperoleh layanan pendidikan yang layak sesuai amanat SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Selain mudah digunakan oleh guru, WhatsApp Web juga sangat ramah bagi siswa dan orang tua. Aplikasi ini sudah familiar dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak memerlukan pelatihan khusus. Orang tua dapat dengan mudah memantau informasi pembelajaran, jadwal tugas, dan komunikasi dengan guru. Akses yang inklusif ini membantu mengurangi kesenjangan digital dan memastikan bahwa proses pembelajaran dapat diikuti oleh seluruh siswa, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang sosial ekonomi terbatas.
Penggunaan WhatsApp Web sebagai LMS sederhana juga membantu memusatkan informasi pembelajaran dalam satu ruang komunikasi. Guru dapat menyampaikan instruksi dengan jelas, siswa dapat mengajukan pertanyaan, dan diskusi kelas dapat berlangsung secara daring. Dengan pengelolaan yang baik, WhatsApp Web dapat berfungsi sebagai ruang belajar kolaboratif yang mendorong interaksi aktif antara guru dan siswa. Hal ini memperkuat kualitas proses pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan sesuai dengan semangat pembangunan pendidikan dalam SDGs.
Dengan demikian, WhatsApp Web dapat dipandang sebagai solusi praktis dalam mendukung pembelajaran digital di sekolah dasar yang memiliki keterbatasan fasilitas LMS. Pemanfaatan teknologi sederhana namun fungsional ini menunjukkan bahwa pencapaian SDGs poin 4 tidak selalu bergantung pada teknologi yang canggih, melainkan pada inovasi, adaptasi, dan komitmen sekolah dalam menjamin hak belajar setiap anak. WhatsApp Web menjadi bukti bahwa pendidikan berkualitas dapat diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa