WhatsApp Web sebagai Sarana Diskusi Kelompok dalam Pembelajaran Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pembelajaran di sekolah dasar tidak hanya bertujuan menyampaikan materi, tetapi juga melatih kemampuan bekerjasama dan berkomunikasi antar siswa. Diskusi kelompok menjadi salah satu strategi pembelajaran yang penting untuk menumbuhkan keterampilan sosial dan berpikir kritis. Seiring perkembangan teknologi digital, diskusi kelompok tidak lagi harus dilakukan secara tatap muka, melainkan dapat difasilitasi melalui media daring. Salah satu media yang banyak dimanfaatkan adalah WhatsApp Web, yang memungkinkan siswa berdiskusi secara kelompok dengan pendampingan guru. Pemanfaatan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu menjamin pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas bagi semua peserta didik.
WhatsApp Web memberikan kemudahan bagi siswa dalam melakukan diskusi kelompok karena dapat diakses melalui komputer atau laptop dengan tampilan yang lebih luas. Melalui grup diskusi kelas atau kelompok kecil, siswa dapat bertukar pendapat, menyampaikan ide, serta mendiskusikan tugas yang diberikan guru. Fitur pengiriman pesan teks, gambar, dan dokumen mendukung kelancaran diskusi dan membantu siswa memahami materi secara kolaboratif. Aktivitas ini mendukung pembelajaran aktif yang menjadi salah satu indikator pendidikan berkualitas sebagaimana ditekankan dalam SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Dalam pelaksanaan diskusi kelompok melalui WhatsApp Web, guru memiliki peran penting sebagai pengawas dan fasilitator. Guru dapat memantau jalannya diskusi, mengarahkan pembicaraan agar tetap sesuai dengan tujuan pembelajaran, serta memberikan umpan balik ketika diperlukan. Dengan pengawasan yang tepat, diskusi tidak hanya menjadi ajang percakapan bebas, tetapi benar-benar menjadi sarana belajar yang bermakna. Peran guru ini memastikan bahwa pemanfaatan teknologi tetap selaras dengan prinsip pendidikan yang terarah dan bertanggung jawab sesuai agenda pembangunan berkelanjutan.
Diskusi kelompok melalui WhatsApp Web juga membantu membangun sikap kolaboratif dan tanggung jawab pada diri siswa. Setiap anggota kelompok dituntut untuk berkontribusi, menyampaikan pendapat, serta menghargai pandangan teman lainnya. Siswa belajar mengatur waktu, menaati kesepakatan kelompok, dan menyelesaikan tugas bersama. Proses ini tidak hanya meningkatkan pemahaman materi, tetapi juga membentuk karakter siswa yang mampu bekerja sama dan bertanggung jawab, yang merupakan bagian penting dari pendidikan berkualitas dalam SDGs poin 4.
Dengan demikian, pemanfaatan WhatsApp Web sebagai sarana diskusi kelompok di sekolah dasar memberikan kontribusi positif terhadap kualitas pembelajaran. Media ini membantu menciptakan komunikasi yang lebih terarah, kolaboratif, dan inklusif antara siswa dan guru. Ketika digunakan secara bijak dan terkontrol, WhatsApp Web tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga menjadi ruang belajar digital yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi sederhana dapat berperan besar dalam mewujudkan pendidikan yang efektif dan berkualitas sesuai dengan Sustainable Development Goals, khususnya di bidang pendidikan.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa