YouTube sebagai Media Kreativitas dan Literasi Digital Anak
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — YouTube bukan hanya platform hiburan, tetapi juga sarana belajar dan berekspresi bagi anak-anak. Anak-anak dapat menonton video edukatif, tutorial kreatif, atau konten inspiratif yang sesuai usia mereka. Dengan bimbingan orang tua dan guru, YouTube membantu anak mengembangkan kemampuan literasi digital, belajar menilai informasi, serta menumbuhkan kreativitas melalui aktivitas meniru, memodifikasi, atau membuat konten sendiri. Platform ini membuka kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi minatnya, mulai dari seni, musik, kerajinan tangan, hingga eksperimen sederhana yang aman dilakukan di rumah
Anak-anak bisa menonton berbagai tutorial, misalnya cara membuat origami, lukisan sederhana, eksperimen sains mini, atau tips menanam tanaman di pot. Setelah menonton, mereka dapat mencoba langkah-langkah tersebut sendiri, menciptakan karya unik, atau memodifikasi ide yang mereka lihat di video. Aktivitas ini tidak hanya melatih keterampilan motorik halus, tetapi juga kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan rasa ingin tahu. Anak-anak belajar bahwa mereka bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dengan ide dan usaha sendiri.
Selain menonton, anak-anak dapat diarahkan untuk membuat video pendek sendiri. Misalnya, bercerita tentang pengalaman sehari-hari, mengajarkan teman tentang hal baru, atau mendokumentasikan proses membuat karya kreatif. Dalam proses ini, anak belajar merencanakan ide, merekam, mengedit, dan menyajikan informasi secara menarik. Aktivitas ini mengajarkan kemampuan komunikasi, tanggung jawab terhadap hasil kerja sendiri, dan rasa percaya diri saat berbagi karya kepada teman atau keluarga.
Orang tua dan guru memiliki peran penting dalam membimbing penggunaan YouTube agar aman dan bermanfaat. Mereka bisa memilihkan video edukatif, mengatur durasi menonton yang wajar, serta berdiskusi tentang isi video untuk memastikan anak memahami nilai atau informasi yang disampaikan. Pendampingan ini membantu anak menonton secara aktif, bukan sekadar konsumsi pasif, dan belajar menilai informasi dengan kritis serta mengembangkan kebiasaan digital yang sehat sejak dini.
Pemanfaatan YouTube untuk kreativitas dan literasi digital mendukung SDGs poin 4, yaitu pendidikan berkualitas dan inklusif, serta SDGs poin 9, yaitu inovasi dan infrastruktur teknologi. Anak belajar menggunakan teknologi secara positif, menumbuhkan kreativitas, kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, dan percaya diri. Dengan pendekatan ini, YouTube menjadi media pembelajaran interaktif, menyenangkan, aman, dan relevan dengan kebutuhan anak-anak di era digital, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dunia modern.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa