YouTube sebagai Media Penanaman Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran di sekolah dasar karena berperan dalam membentuk sikap, nilai, dan perilaku siswa sejak usia dini. Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan rasa hormat perlu ditanamkan secara konsisten melalui berbagai aktivitas pembelajaran. Seiring perkembangan teknologi digital, pendidikan karakter tidak hanya disampaikan melalui ceramah atau nasihat lisan, tetapi juga dapat difasilitasi melalui media audio-visual seperti YouTube. Pemanfaatan YouTube sebagai media pembelajaran karakter ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu menjamin pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan manusia seutuhnya.
YouTube menyediakan beragam video edukatif yang mengandung pesan moral dan nilai karakter positif. Konten berupa animasi, cerita pendek, lagu anak, maupun video simulasi kehidupan sehari-hari dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan nilai karakter kepada siswa sekolah dasar. Melalui tampilan visual dan alur cerita yang menarik, siswa lebih mudah memahami pesan moral yang disampaikan. Penyampaian nilai karakter secara kontekstual seperti ini mendukung proses pembelajaran yang bermakna dan meningkatkan kualitas pendidikan sebagaimana ditekankan dalam SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Dalam pemanfaatan YouTube untuk pendidikan karakter, peran guru sangat penting dalam memilih dan menyaring konten yang sesuai dengan usia serta kebutuhan siswa. Guru perlu memastikan bahwa video yang ditampilkan mengandung pesan positif, bahasa yang santun, dan perilaku yang patut diteladani. Setelah menonton video, guru dapat mengarahkan siswa untuk merefleksikan isi tayangan dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Pendampingan ini memastikan bahwa penggunaan teknologi benar-benar mendukung tujuan pendidikan karakter dan tetap berada dalam koridor pendidikan yang bertanggung jawab.
Video edukatif yang ditampilkan melalui YouTube juga mendorong siswa untuk meniru perilaku baik yang ditunjukkan dalam tayangan. Anak-anak cenderung mencontoh apa yang mereka lihat, sehingga visualisasi perilaku positif seperti saling menolong, bersikap jujur, dan menghargai perbedaan dapat menjadi teladan nyata bagi siswa. Proses peniruan ini menjadi langkah awal pembentukan karakter yang efektif, karena siswa tidak hanya memahami nilai secara teoritis, tetapi juga melihat contoh penerapannya secara konkret. Hal ini memperkuat peran pendidikan dasar dalam mendukung pencapaian SDGs poin 4.
Selain itu, pemanfaatan YouTube dapat dikombinasikan dengan kegiatan diskusi kelas untuk memperdalam pemahaman nilai karakter. Guru dapat mengajak siswa berdiskusi tentang pesan moral dalam video, memberikan contoh penerapan di lingkungan sekolah atau rumah, serta mengajak siswa menyampaikan pendapat mereka. Diskusi ini melatih kemampuan berpikir kritis, empati, dan komunikasi siswa, sekaligus memperkuat internalisasi nilai karakter dalam diri mereka.
Dengan demikian, YouTube dapat menjadi media yang efektif dalam menanamkan pendidikan karakter di sekolah dasar apabila digunakan secara bijak dan terarah. Integrasi video edukatif dengan pendampingan guru dan diskusi reflektif mampu menciptakan proses pembelajaran karakter yang menarik, kontekstual, dan bermakna. Upaya ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan tidak hanya mendukung pencapaian akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam membentuk karakter siswa dan mewujudkan tujuan Sustainable Development Goals, khususnya dalam bidang pendidikan berkualitas.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa