7 Strategi Mengubah Kelas Jadi “Zona Nyaman” untuk Belajar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Tidak hanya meja yang bersih dan udara yang segar yang
diperlukan untuk membuat kelas nyaman, tetapi juga tempat di mana siswa merasa
aman, didengar, dan termotivasi untuk belajar. Untuk membuat kelas menjadi
"zona nyaman" bagi semua orang, berikut tujuh cara.
1. Bangun Hubungan Positif dengan Siswa
Jika siswa merasa diperhatikan dan
dihargai, mereka akan lebih termotivasi untuk belajar. Bisa membangun ikatan
emosional yang positif dengan sapaan ramah di pagi hari, mengingat nama mereka,
atau bertanya kabar.
2. Gunakan bahasa yang mendorong
daripada menilai guru
Hindari kritik yang membuat siswa
merasa rendah diri. Namun, gunakan pujian khusus, seperti "Kamu sudah
mencoba dengan baik", untuk mendorong mereka untuk terus berusaha.
3. Atur Tata Ruang yang Menyenangkan
Meja yang fleksibel, pencahayaan
yang cukup, dan beberapa dekorasi, seperti karya siswa atau poster motivasi,
dapat menambah rasa "memiliki" di kelas.
4. Libatkan Siswa dalam Aturan Kelas
Daripada menetapkan aturan secara
sepihak, ajak siswa untuk membuat kesepakatan. Ini akan membuat mereka merasa
bertanggung jawab untuk mematuhi dan menjaga kenyamanan bersama.
5. Gunakan Variasi Metode Belajar
Belajar tidak selalu bergantung pada
ceramah. Anda dapat membuat proses belajar menyenangkan dengan memasukkan
permainan edukatif, diskusi kelompok, atau proyek kreatif.
6. Perhatikan Kebutuhan Emosional Siswa
Mungkin ada beberapa siswa yang
datang ke sekolah dengan masalah. Guru yang berhati-hati dapat membiarkan siswa
bercerita atau sekadar menenangkan diri sebelum belajar.
7. Apresiasi Kemajuan Kecil Siswa
Apresiasi kemajuan kecil seperti
keberanian bertanya atau menyelesaikan tugas tepat waktu bukan hanya hasil
akhir. Ini membuat siswa merasa bahwa upaya mereka dihargai.
Menciptakan
"zona nyaman" tidak berarti memanjakan siswa sehingga mereka lupa
tanggung jawab mereka. Sebaliknya, itu berarti memberi mereka lingkungan yang aman
dan mendukung agar mereka berani mencoba, gagal, dan mencoba lagi. Kelas dapat
diubah menjadi bukan hanya tempat belajar tetapi juga tempat untuk pertumbuhan.
###
Penulis: Sabila
Widyawati
Dokumentasi: Pinterest