Akses Perangkat dan Jaringan: Dua Pilar yang Menentukan Keberhasilan Pembelajaran Digital
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pembelajaran digital yang efektif tidak dapat terwujud tanpa dua komponen utama: akses terhadap perangkat teknologi yang layak dan koneksi jaringan internet yang stabil. Perangkat seperti laptop, tablet, atau ponsel pintar menjadi alat utama bagi siswa untuk mengakses materi pembelajaran, berinteraksi dengan guru dan teman, serta menyelesaikan tugas akademik. Sementara itu, jaringan internet menjadi jalan penghubung yang menghubungkan siswa dengan berbagai sumber daya belajar yang tersedia secara online.
Di banyak daerah di Indonesia, terutama di daerah pedesaan dan keluarga rendah, akses terhadap perangkat teknologi masih menjadi masalah besar. Banyak siswa yang harus berbagi perangkat dengan saudara kandungnya atau tidak memiliki sama sekali, sehingga mereka tidak dapat mengerjakan tugas berani atau mengikuti pembelajaran secara mandiri di rumah. Bahkan jika ada perangkat yang tersedia, seringkali kondisinya sudah tidak layak atau tidak memiliki spesifikasi yang cukup untuk menjalankan aplikasi pembelajaran yang dibutuhkan.
Koneksi jaringan internet juga menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan pembelajaran digital. Di wilayah terpencil, sinyal internet seringkali lemah atau bahkan tidak sama sekali, sehingga proses pembelajaran yang membutuhkan koneksi online tidak dapat berjalan dengan lancar. Di daerah perkotaan pun, biaya berlangganan internet yang tinggi membuat banyak keluarga tidak mampu memiliki akses yang stabil. Hal ini membuat pembelajaran digital hanya dapat dinikmati oleh sebagian siswa kecil yang memiliki kemampuan ekonomi dan tinggal di lokasi yang mendukung.
Siswa yang memiliki akses memadai terhadap perangkat dan jaringan menunjukkan perkembangan akademik yang lebih baik. Mereka dapat dengan mudah mengakses berbagai sumber belajar seperti e-book, video tutorial, dan platform pembelajaran interaktif yang membantu mereka memahami materi dengan lebih baik. Selain itu, mereka juga dapat berkomunikasi dengan guru kapan saja untuk bertanya dan mendapatkan bimbingan, serta berkolaborasi dengan teman sebaya dalam menyelesaikan proyek akademik.
Untuk menjadikan pembelajaran digital dapat diakses oleh semua siswa, diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan akses terhadap perangkat dan jaringan. Pemerintah dapat mengembangkan program subsidi perangkat dan layanan internet bagi perumahan rendah, sementara perusahaan teknologi dapat menyediakan produk dengan harga terjangkau yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan. Selain itu, perlu juga adanya upaya untuk meningkatkan infrastruktur jaringan internet di seluruh daerah, sehingga tidak ada lagi siswa yang tertinggal hanya karena kurangnya akses terhadap teknologi.
###
Penulis : Ailsa Widya Imamatuzzadah