Cek PIP Berperan dalam Mencegah Risiko Putus Sekolah di Jenjang Pendidikan Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Layanan cek PIP mulai dipandang sebagai salah satu instrumen penting dalam upaya mencegah risiko putus sekolah di jenjang pendidikan dasar. Dengan kemudahan pengecekan status bantuan, keluarga dapat lebih cepat mengetahui apakah anak mereka terdaftar sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP), sehingga kendala biaya yang berpotensi menghambat keberlangsungan pendidikan dapat diantisipasi sejak dini.
Dalam praktiknya, layanan cek PIP membantu sekolah dasar mengidentifikasi siswa yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut. Ketika status bantuan dapat diketahui secara jelas, sekolah dapat berkoordinasi dengan orang tua untuk memastikan bahwa siswa tetap mengikuti proses pembelajaran tanpa tekanan ekonomi. Langkah ini memperkuat fungsi sekolah sebagai pelindung hak belajar anak.
Kemudahan akses layanan cek PIP juga memberikan rasa aman bagi keluarga kurang mampu. Orang tua memiliki kepastian mengenai dukungan biaya pendidikan yang diterima anak, sehingga mereka dapat memprioritaskan keberlangsungan sekolah anak dibandingkan dengan tekanan ekonomi lainnya. Kondisi ini sangat penting dalam menjaga motivasi belajar siswa di tingkat pendidikan dasar.
Dari sudut pandang pembangunan berkelanjutan, pencegahan putus sekolah melalui optimalisasi layanan cek PIP sejalan dengan tujuan keempat Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu menjamin pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas. Menekan angka putus sekolah merupakan bagian penting dari upaya memastikan setiap anak menyelesaikan pendidikan dasar.
Melalui pemanfaatan layanan cek PIP secara tepat, pendidikan dasar diharapkan mampu menciptakan sistem dukungan yang responsif terhadap kebutuhan siswa. Transparansi informasi, koordinasi sekolah dan keluarga, serta kepastian bantuan pendidikan menjadikan cek PIP sebagai salah satu langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak dan mendukung agenda pembangunan pendidikan nasional.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa