Efektivitas Google Translate dalam Membaca Dokumen Kurikulum Asing
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Komite pengembangan kurikulum di beberapa SD di Surabaya kini secara rutin menggunakan Google Translate untuk mengakses dan menganalisis dokumen kurikulum Pendidikan Dasar dari negara-negara maju. Langkah ini bertujuan untuk membandingkan standar lokal dengan praktik global dan mencari ide-ide inovatif. Google Translate mempercepat proses ini, yang mendukung SDG 4.c tentang pengembangan profesional guru.
Penggunaan Google Translate memungkinkan guru membandingkan kerangka kurikulum dalam mata pelajaran seperti STEAM atau literasi finansial dari negara lain. Guru dapat menerjemahkan puluhan halaman dokumen dalam hitungan menit, memungkinkan fokus pada analisis substansi daripada waktu untuk penerjemahan manual. Efisiensi ini sangat vital bagi tim pengembang kurikulum yang sibuk.
Tim guru menggunakan Google Translate untuk menerjemahkan studi kasus tentang keberhasilan program pendidikan di Finlandia atau Singapura. Walaupun terjemahan mesin tidak sempurna, ini memberikan pemahaman awal yang memadai sebelum mendalami bagian tertentu. Koreksi dan penyempurnaan terjemahan dilakukan secara kolektif saat rapat tim.
Akses ke pengetahuan global yang difasilitasi oleh Google Translate ini membantu sekolah menentukan area mana saja yang perlu ditingkatkan dalam kurikulum lokal mereka. Inilah implementasi dari Pendidikan Berkualitas (SDG 4) yang berorientasi pada peningkatan berkelanjutan dan pemikiran global.
Pemanfaatan Google Translate secara strategis ini telah membuka jendela wawasan baru bagi guru SD di Surabaya. Sekolah berencana mengadakan workshop lebih lanjut tentang cara efektif menggunakan Google Translate untuk riset akademik, memastikan semua guru dapat mengakses informasi global untuk meningkatkan kualitas pengajaran mereka.
###
Penulis: Anisa Rahmawati