Isu Keagamaan sebagai Sumber Pembelajaran Tematik SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Tren doa dan peringatan hari besar keagamaan yang ramai diperbincangkan di masyarakat dan media digital menunjukkan bahwa nilai-nilai religius masih memiliki tempat penting dalam kehidupan sosial. Fenomena ini dapat dimanfaatkan oleh sekolah dasar sebagai sumber pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan pengalaman sehari-hari siswa. Dengan mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan mereka, proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami.
Dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar, guru dapat mengintegrasikan nilai-nilai yang terkandung dalam doa dan hari besar keagamaan ke dalam berbagai mata pelajaran. Nilai moral seperti kejujuran, kedisiplinan, empati, dan kepedulian sosial dapat dikaitkan dengan materi Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila, maupun Ilmu Pengetahuan Sosial. Pendekatan ini membantu siswa memahami bahwa nilai moral tidak terpisah dari proses belajar, melainkan melekat dalam setiap aktivitas kehidupan.
Melalui integrasi tersebut, siswa belajar mengenali dan memahami realitas sosial yang ada di sekitarnya. Mereka diajak untuk melihat bahwa masyarakat terdiri dari berbagai tradisi, kebiasaan, dan nilai yang perlu dihargai bersama. Pembelajaran yang mengaitkan materi dengan konteks sosial ini mendorong siswa untuk berpikir kritis dan terbuka terhadap perbedaan, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.
Pendekatan pembelajaran tematik berbasis nilai ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya berfokus pada penguasaan materi akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kesadaran sosial siswa. Dengan demikian, sekolah dasar berkontribusi pada penciptaan generasi yang beretika dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.
Sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sosial siswa sejak dini. Dengan memanfaatkan tren doa dan hari besar keagamaan sebagai sumber belajar, sekolah dapat menciptakan pembelajaran yang holistik dan berkelanjutan. Integrasi nilai moral ke dalam pembelajaran tematik menjadikan pendidikan dasar sebagai fondasi penting dalam membentuk karakter dan sikap sosial siswa di masa depan.
# # #
Penulis: Nabila Mutiara Febriyanti