Kolaborasi Canva dan YouTube dalam Proyek Majalah Sekolah Digital
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Guna mengembangkan
keterampilan literasi baru yang sangat dibutuhkan di abad ke-21, sebuah sekolah
dasar percontohan meluncurkan program ekstrakurikuler bertajuk “Jurnalis Cilik”
yang menggabungkan kemampuan desain grafis dengan teknik produksi video modern.
Dalam proyek yang sangat inovatif ini, para siswa diajarkan secara profesional
untuk memproduksi majalah sekolah digital (e-magazine) di mana seluruh
tata letak halamannya didesain secara mandiri menggunakan aplikasi Canva,
sementara konten beritanya diperkaya dengan tautan video liputan eksklusif yang
diunggah ke kanal YouTube sekolah. Konsep multimedia ini sengaja dipilih agar
siswa sejak usia dini memahami bahwa penyampaian informasi di era digital tidak
lagi bersifat tunggal, melainkan merupakan integrasi harmonis antara teks,
gambar, dan elemen audio-visual yang saling melengkapi satu sama lain.
Struktur
organisasi tim siswa dalam proyek ini dibagi menjadi beberapa divisi kerja
layaknya sebuah perusahaan media profesional, mulai dari tim penulis berita,
tim desainer grafis yang mengoperasikan Canva, hingga tim videografer yang
mengelola dokumentasi lapangan. Tim desainer belajar secara mendalam bagaimana
memilih template yang menarik namun tetap rapi, mengatur tipografi huruf
yang mudah dibaca oleh anak-anak, serta menyelaraskan palet warna yang sesuai
dengan identitas visual sekolah. Kemudahan fitur drag-and-drop pada
aplikasi desain tersebut memungkinkan siswa sekolah dasar untuk menghasilkan layout
majalah yang terlihat sangat profesional, estetik, dan berkelas dunia. Mereka
belajar tentang prinsip hirarki visual, yaitu bagaimana menempatkan judul
berita utama secara strategis agar mampu menarik perhatian pembaca dalam waktu
singkat, sebuah keterampilan komunikasi visual yang sangat berharga bagi masa
depan mereka.
Di sisi
lain, divisi videografer memiliki tugas yang tak kalah menantang, yaitu meliput
berbagai kegiatan sekolah secara langsung, mulai dari kemeriahan pertandingan
olahraga antar-kelas hingga melakukan wawancara eksklusif dengan kepala sekolah
atau tokoh masyarakat sekitar. Hasil rekaman tersebut kemudian disunting secara
sederhana dan diunggah ke kanal YouTube resmi sekolah dengan pengaturan privasi
yang terjaga. Tautan unik atau kode QR dari video tersebut kemudian
ditempelkan secara kreatif oleh tim desainer ke dalam halaman-halaman majalah
digital di dalam platform Canva. Jadi, ketika orang tua atau siswa lain membuka
majalah tersebut secara daring, mereka tidak hanya membaca teks mati, melainkan
bisa mengklik tautan tersebut untuk menonton liputan videonya secara langsung.
Integrasi lintas platform ini mengajarkan siswa tentang konsep konektivitas
digital dan cara menyajikan informasi yang interaktif serta tidak membosankan
bagi generasi masa kini.
Proyek
kolaboratif ini juga secara efektif melatih soft skill kepemimpinan,
kedisiplinan, dan kerja sama tim yang sangat solid di antara para siswa sekolah
dasar tersebut. Setiap divisi harus berkoordinasi dengan jadwal yang sangat
ketat; tim video harus memastikan proses unggah ke YouTube selesai tepat waktu
sebelum tim desainer melakukan sentuhan akhir pada halaman majalah di Canva.
Mereka belajar tentang arti penting menghargai tenggat waktu (deadline)
dan tanggung jawab individu demi keberhasilan karya kolektif yang akan
dikonsumsi oleh publik. Guru pembimbing hanya berperan sebagai fasilitator dan
supervisor yang memantau alur kerja serta memastikan bahwa seluruh konten yang
diproduksi tetap berada dalam koridor aman, etis, dan mendidik bagi usia sekolah
dasar, sehingga rasa kepemilikan siswa terhadap majalah sekolah ini menjadi
sangat tinggi karena murni hasil kreasi pikiran mereka sendiri.
Hasil akhir
dari majalah digital ini kemudian disebarluaskan secara masif melalui grup-grup
WhatsApp orang tua murid dan akun media sosial resmi milik sekolah sebagai
bentuk apresiasi. Respons positif dan pujian yang mengalir dari masyarakat
sekolah menjadi motivasi terbesar bagi para jurnalis cilik ini untuk terus
berkarya dan mengasah kemampuan mereka. Melalui kolaborasi ciamik antara Canva
dan YouTube, sekolah dasar tersebut berhasil menciptakan wadah ekspresi yang
sangat relevan dengan perkembangan zaman, membekali siswa dengan keterampilan
sebagai konten kreator yang positif, etis, dan bertanggung jawab. Program ini
bukan hanya sekadar tugas sekolah, melainkan sebuah investasi jangka panjang
dalam mencetak generasi muda yang mahir menggunakan teknologi untuk
mendokumentasikan sejarah sekolah mereka dari sudut pandang yang jujur dan
kreatif.
###
Penulis : Maulidia Evi Aprilia