Literasi Digital dan Pertaruhan Keamanan Data Sekolah
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Kemajuan layanan digital sering diasosiasikan dengan peningkatan literasi teknologi. Kemampuan menggunakan aplikasi dianggap sebagai indikator kesiapan menghadapi era digital. Dalam dunia pendidikan, literasi ini menjadi fokus utama. Namun literasi yang hanya berorientasi pada penggunaan menyisakan celah besar. Keamanan data sering terpinggirkan dari pembahasan utama. Padahal literasi sejati mencakup pemahaman risiko.
Setiap pengguna sistem digital berperan dalam menjaga keamanan. Kesalahan kecil dapat membuka peluang besar bagi ancaman. Kata sandi yang mudah ditebak dan kebiasaan berbagi akses memperbesar risiko. Tanpa kesadaran, teknologi menjadi alat yang berbahaya. Literasi keamanan perlu berjalan seiring dengan literasi penggunaan. Keduanya tidak dapat dipisahkan.
Di media sosial, banyak konten edukatif membahas cara melindungi data secara sederhana. Video singkat menawarkan tips praktis yang mudah diikuti. Fenomena ini menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap keamanan. Namun perhatian ini sering bersifat sementara. Tanpa pembiasaan, pengetahuan mudah dilupakan. Literasi membutuhkan konsistensi.
Keamanan data bukan hanya tanggung jawab pengelola sistem. Pengguna memiliki peran yang sama pentingnya. Tanpa partisipasi aktif, sistem secanggih apa pun akan rapuh. Literasi digital yang utuh membentuk budaya aman dalam penggunaan teknologi. Budaya ini tidak lahir secara instan. Ia perlu ditanamkan dan dirawat.
Sering kali, literasi digital dipersempit menjadi kemampuan teknis. Padahal aspek etika dan keamanan tidak kalah penting. Tanpa etika, teknologi kehilangan arah. Tanpa keamanan, teknologi kehilangan kepercayaan. Pendidikan digital seharusnya membekali pemahaman ini secara seimbang. Tanpa keseimbangan, risiko akan terus berulang.
Dalam praktik sehari-hari, literasi keamanan masih dianggap tambahan. Banyak yang baru belajar setelah mengalami masalah. Pendekatan reaktif ini tidak efektif. Pencegahan selalu lebih baik daripada pemulihan. Literasi yang baik mampu mencegah sebelum risiko muncul.
Digitalisasi sekolah adalah pertaruhan besar antara kemudahan dan keamanan. Literasi digital menjadi kunci penyeimbang di antara keduanya. Tanpa literasi yang utuh, kemajuan teknologi berubah menjadi ancaman. Dengan literasi yang kuat, digitalisasi dapat berjalan aman dan berkelanjutan. Di sanalah masa depan pendidikan digital dipertaruhkan.
Penulis: Resinta Aini Z.