Makna Hari Ibu dalam Penguatan Pendidikan Dasar dan Pencapaian SDGs
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Hari Ibu Indonesia yang diperingati setiap 22 Desember menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran ibu dalam dunia pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Ibu merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak sebelum mereka mengenal lingkungan sekolah secara formal. Sejak usia dini, ibu berperan dalam membentuk kebiasaan, sikap, serta nilai dasar yang akan memengaruhi perkembangan karakter dan cara belajar anak di masa depan.
Nilai-nilai seperti disiplin, kejujuran, tanggung jawab, empati, dan kepedulian sosial umumnya pertama kali diperkenalkan oleh ibu melalui interaksi sehari-hari di rumah. Cara ibu membimbing anak saat bangun pagi, mengingatkan waktu belajar, mendampingi mengerjakan tugas, hingga memberi contoh perilaku yang baik, secara tidak langsung menjadi proses pendidikan awal yang sangat bermakna. Pendidikan yang dimulai dari keluarga ini menjadi fondasi penting bagi keberhasilan anak saat memasuki pendidikan dasar.
Dalam konteks pendidikan dasar, keterlibatan ibu memiliki pengaruh besar terhadap kesiapan belajar dan perkembangan akademik anak. Anak-anak yang mendapatkan pendampingan dan perhatian dari ibu cenderung memiliki kemampuan literasi awal yang lebih baik, seperti kemampuan membaca, menulis, dan memahami instruksi. Selain itu, dukungan emosional dari ibu membantu anak merasa aman dan percaya diri dalam menghadapi tantangan belajar di sekolah.
Makna Hari Ibu juga berkaitan erat dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Ibu berperan sebagai penggerak utama dalam memastikan anak memperoleh akses pendidikan dasar yang layak dan berkelanjutan. Kesadaran ibu akan pentingnya pendidikan mendorong anak untuk hadir di sekolah secara rutin, menghargai proses belajar, dan memiliki motivasi untuk terus berkembang.
Dengan demikian, Hari Ibu bukan sekadar peringatan simbolik, melainkan pengingat penting bahwa penguatan peran ibu merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan pendidikan dasar. Kolaborasi antara ibu, keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif. Melalui peran ibu yang kuat dan didukung, pendidikan dasar yang berkualitas serta tujuan pembangunan berkelanjutan dapat tercapai secara nyata.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa