Mengasah Kreativitas dan Problem Solving Anak melalui Coding Berbasis Blok
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Pemanfaatan coding berbasis blok semakin berkembang sebagai salah
satu strategi pembelajaran yang mampu mengasah kreativitas dan kemampuan
pemecahan masalah pada siswa sekolah dasar. Melalui aktivitas menyusun perintah
visual yang sederhana, siswa dapat belajar memahami pola, logika, dan konsep
algoritma sejak dini dengan cara yang menyenangkan.
Coding
berbasis blok memberikan pengalaman belajar yang bersifat eksploratif dan
interaktif. Siswa tidak perlu menuliskan kode dalam bentuk teks, melainkan
cukup dengan menyusun blok-blok perintah yang sudah tersedia. Pendekatan visual
ini memungkinkan anak memahami hubungan sebab-akibat dalam suatu perintah,
sehingga membantu mereka berpikir lebih terstruktur.
Dalam
pelaksanaannya, kegiatan coding dilakukan melalui platform edukatif yang
dirancang khusus untuk pemula, seperti Scratch atau Blockly. Siswa didorong
untuk membuat animasi sederhana, permainan kecil, atau cerita interaktif.
Selama proses pembuatan proyek tersebut, siswa dilatih untuk mencoba,
mengevaluasi, dan memperbaiki hasil kerjanya secara mandiri atau melalui
diskusi kelompok.
Selain
meningkatkan kemampuan berpikir logis, pembelajaran coding berbasis blok juga
menumbuhkan kreativitas. Siswa bebas menentukan alur cerita, desain karakter,
dan bentuk permainan sesuai imajinasi mereka. Hal ini menjadi ruang bagi anak
untuk berekspresi sekaligus belajar menyelesaikan masalah ketika proyek tidak
berjalan sesuai harapan.
Pembelajaran
coding berbasis blok tidak hanya bertujuan mengenalkan dunia teknologi, tetapi
juga membangun keterampilan abad ke-21 seperti kreativitas, kolaborasi, dan
problem solving. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan bermakna, siswa
sekolah dasar dapat mengembangkan potensi berpikir kritis sejak dini sebagai
bekal menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono
Dokumentasi: Create &
Learn