Menggali Potensi Anak dengan Multiple Intelligences di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id -
Surabaya. Setiap anak memiliki potensi
luar biasa yang sering kali tidak terlihat dalam bentuk nilai ujian atau
kecepatan berhitung. Di sinilah konsep Multiple Intelligences (Kecerdasan Majemuk)
yang dikembangkan oleh Howard Gardner menjadi sangat relevan, terutama dalam
dunia pendidikan dasar. Gardner menyatakan bahwa kecerdasan tidak hanya satu
jenis, melainkan terdiri dari berbagai tipe seperti kecerdasan linguistik,
logis-matematis, musikal, kinestetik, interpersonal, intrapersonal,
visual-spasial, naturalistik, bahkan eksistensial.
Sayangnya, metode pendidikan
konvensional biasanya hanya menekankan dua jenis kecerdasan: linguistik dan
logis-matematis. Anak-anak yang pandai
berhitung atau menulis sering dianggap lebih pintar daripada teman-teman mereka
yang lebih aktif bergerak, suka menggambar, atau peka terhadap perasaan orang
lain. Meskipun demikian, setiap jenis
kecerdasan memiliki fungsi tertentu dalam kehidupan.
Di tingkat sekolah dasar, penerapan
konsep Multiple Intelligences sangat penting karena masa ini adalah periode
emas perkembangan anak. Guru memiliki
peran strategis untuk menentukan kecerdasan dominan masing-masing siswa
mereka. Misalnya, siswa dengan
kecerdasan musikal, akan lebih mudah memahami materi jika diajarkan melalui
lagu atau irama. Di sisi lain, siswa dengan kecerdasan kinestetik, akan lebih
tertarik untuk belajar sambil bergerak, seperti bermain peran atau melakukan
eksperimen.
Untuk menggali potensi ini, guru
perlu menciptakan kegiatan belajar yang beragam. Dimungkinkan untuk
menyampaikan satu topik pelajaran dalam berbagai cara, seperti diskusi kelompok
untuk siswa interpersonal, kegiatan menggambar untuk siswa visual-spasial, atau
refleksi pribadi melalui jurnal untuk siswa intrapersonal. Oleh karena itu, setiap anak merasa memiliki
tempat dan dihargai dalam proses belajar.
Selain itu, orang tua harus tahu
jenis kecerdasan anak mereka di rumah juga penting. Anak-anak yang senang merawat tumbuhan atau
hewan, misalnya, mungkin memiliki kecerdasan naturalistik yang tinggi. Orang tua dapat membantu dengan menyediakan
media pendidikan yang tepat, seperti buku alam atau kegiatan berkebun
bersama.Menggali potensi anak tidak berarti menuntut kemampuan di semua bidang;
sebaliknya, itu membantu mereka menemukan kekuatan unik mereka sendiri. Dengan pendekatan Multiple Intelligences memungkinkan
orang tua dan guru menjadi fasilitator yang membantu anak berkembang secara
utuh, termasuk kecerdasan akademik, emosional, dan spiritual.
Dengan demikian, ketika anak-anak
belajar sesuai dengan kecerdasannya, mereka bukan hanya merasa lebih mudah
belajar, tetapi mereka juga merasa lebih bahagia. Metode ini menumbuhkan rasa percaya diri,
semangat untuk belajar, dan hubungan yang lebih positif antara guru, siswa, dan
orang tua. Pendidikan juga menjadi
proses yang menyenangkan bagi semua orang dan menghasilkan hasil yang baik bagi
mereka semua.
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest