Pembelajaran IPAS Berbasis Fenomena Cuaca dan Lingkungan
Cuaca merupakan fenomena yang dekat dengan kehidupan anak. Hujan, panas, dan angin dialami setiap hari. Pembelajaran IPAS dapat memanfaatkan fenomena ini. Anak belajar sains dari pengalaman nyata. Pendidikan dasar menjadi lebih kontekstual.
Melalui pengamatan cuaca, anak belajar proses ilmiah. Mereka mencatat, membandingkan, dan menyimpulkan. Pembelajaran tidak lagi abstrak. Anak memahami hubungan sebab akibat. IPAS menjadi mata pelajaran yang hidup.
Fenomena cuaca juga dapat dikaitkan dengan isu lingkungan. Anak belajar tentang perubahan iklim secara sederhana. Kesadaran ekologis ditanamkan sejak dini. Pendidikan dasar berperan membangun kepedulian. Anak belajar menjaga lingkungan.
Guru perlu merancang pembelajaran yang aman dan terstruktur. Aktivitas luar ruang harus diawasi. Media sederhana dapat digunakan. Pembelajaran tidak harus mahal. Kreativitas guru menjadi kunci.
Pembelajaran IPAS berbasis cuaca membuat anak lebih peka. Mereka belajar dari apa yang mereka alami. Sekolah tidak terpisah dari alam. Pendidikan dasar menjadi ruang belajar yang menyatu dengan lingkungan. Dari cuaca, sains dan kesadaran tumbuh.
Penulis: Aida Meilina