Mengurangi Limbah Kertas: WA Web sebagai Platform Majalah Dinding Sekolah Digital
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Tradisi Majalah Dinding (Mading) sekolah yang selama puluhan tahun identik dengan penggunaan banyak kertas karton, lem, guntingan majalah, dan styrofoam kini sedang bertransformasi menjadi format digital modern guna mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Dalam inovasi ini, siswa menggunakan aplikasi desain Canva untuk menciptakan konten visual mading yang menarik, dan kemudian WhatsApp Web difungsikan sebagai sarana distribusi utama untuk menyebarkannya. Inovasi "Mading 4.0" ini tidak hanya jauh lebih ramah lingkungan karena menerapkan prinsip paperless (tanpa kertas), tetapi juga memiliki jangkauan pembaca yang jauh lebih luas dan tak terbatas, mencakup seluruh siswa, guru, orang tua, hingga para alumni sekolah.
Siswa yang tergabung dalam tim jurnalis cilik sekolah bekerja sama mendesain tata letak artikel, menulis puisi, membuat komik strip, dan menyusun laporan kegiatan menggunakan fitur kolaborasi tim yang tersedia di Canva. Setelah seluruh desain rampung dan diekspor menjadi format PDF atau gambar berkualitas tinggi (high resolution), guru pembina menggunakan WhatsApp Web melalui perangkat komputer untuk menyebarkannya secara serentak ke grup-grup kelas, grup guru, dan paguyuban orang tua. Tampilan layar desktop yang luas pada WA Web sangat memudahkan guru untuk melakukan pengecekan akhir (quality control) guna memastikan format dokumen terbaca dengan jelas, tidak pecah, dan rapi sebelum dikirim secara massal.
Pergeseran drastis ke format digital ini mengajarkan siswa pelajaran berharga tentang efisiensi sumber daya dan keberlanjutan lingkungan. Mereka menyadari bahwa kreativitas seni dan jurnalistik tidak harus selalu menghasilkan sampah fisik yang membebani bumi. Selain itu, keunggulan penggunaan WhatsApp Web sebagai media distribusi memungkinkan terjadinya interaksi dua arah yang dinamis; pembaca dapat memberikan komentar, tanggapan, atau memberikan emotikon "like" secara langsung dan real-time. Hal ini memberikan apresiasi instan dan umpan balik yang jarang didapatkan siswa pada format mading konvensional fisik yang hanya ditempel di dinding sekolah.
Proyek digitalisasi mading ini juga melatih keterampilan manajerial redaksi digital yang sangat relevan dengan dunia kerja masa kini. Siswa belajar mengatur jadwal terbit agar konsisten, menyeleksi konten yang layak tayang dan sesuai nilai sekolah, serta memastikan desain visual di Canva ramah mata (user-friendly) untuk dibaca di layar ponsel yang kecil. Kompetensi literasi digital, desain grafis, dan manajemen konten ini merupakan skill abad ke-21 yang sangat penting seiring dengan perkembangan pesat industri media digital.
Dengan menggabungkan kekuatan visual Canva dan efisiensi komunikasi WhatsApp Web, sekolah dasar memberikan teladan nyata tentang bagaimana melakukan digitalisasi yang bertanggung jawab dan berdampak positif. Mading sekolah tetap eksis menjadi wadah kreativitas dan ekspresi siswa, namun dengan jejak karbon yang jauh lebih minim. Ini mengajarkan siswa bahwa upaya menjaga bumi bisa dimulai dari perubahan cara kita berkarya, berkomunikasi, dan berbagi informasi di lingkungan terdekat.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia