Meningkatkan Literasi Data Cuaca Besok Melalui YouTube Edukasi
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Program literasi data di SD kini mencakup pembelajaran tentang cara membaca dan memahami prediksi cuaca besok. Siswa SD diarahkan untuk menonton video edukasi sederhana di YouTube yang menjelaskan terminologi meteorologi seperti tekanan udara dan kelembaban. Tujuan utamanya adalah meningkatkan literasi ilmiah siswa (SDG 4).
Video-video YouTube yang digunakan menampilkan animasi menarik tentang siklus air dan pembentukan awan, yang secara visual menjelaskan mengapa cuaca besok bisa berbeda. Guru menggunakan konten YouTube ini sebagai dasar diskusi, mendorong siswa mengajukan pertanyaan kritis tentang informasi yang mereka tonton. Ini adalah pembelajaran berbasis bukti dan penyelidikan.
Setelah menonton materi di YouTube, siswa diminta membuat laporan visual tentang perkiraan cuaca besok di lingkungan rumah mereka, membandingkan data yang mereka dapatkan dengan informasi dari video. Proses ini melatih kemampuan sintesis dan analisis mereka. Literasi data ini juga relevan dengan Aksi Iklim (SDG 13).
Pemanfaatan YouTube sebagai sumber belajar utama memastikan bahwa materi yang disajikan selalu aktual dan dinamis. Sekolah juga bekerja sama dengan pihak luar untuk memproduksi konten YouTube yang lebih relevan dengan kondisi cuaca besok di Surabaya. Ini adalah contoh kemitraan untuk tujuan (SDG 17) dalam pendidikan.
Melalui proyek ini, siswa SD tidak hanya tahu apa cuaca besok, tetapi juga mengapa hal itu terjadi. Sekolah berkomitmen menjadikan YouTube sebagai perpustakaan visual ilmu pengetahuan yang dapat diakses oleh semua siswa.
###
Penulis: Anisa Rahmawati